Geligi Animasi
Geligi Semua Satu Platform
Ayat 24 - Surat Ar-Raḥmān (Yang Maha Pengasih)
الرّحمٰن
Ayat 24 / 78 •  Surat 55 / 114 •  Halaman 532 •  Quarter Hizb 54 •  Juz 27 •  Manzil 7 • Makkiyah

وَلَهُ الْجَوَارِ الْمُنْشَاٰتُ فِى الْبَحْرِ كَالْاَعْلَامِۚ

Wa lahul-jawāril-munsya'ātu fil-baḥri kal-a‘lām(i).

Milik-Nyalah (bahtera) buatan manusia yang berlayar di laut laksana gunung-gunung.

Makna Surat Ar-Rahman Ayat 24
Isi Kandungan oleh Tafsir Wajiz

Hanya milik-Nyalah kapal-kapal yang berlayar di lautan yang tampak bagaikan gunung-gunung yang menjulang tinggi.

Isi Kandungan oleh Tafsir Tahlili

Ayat ini menerangkan bahwa Allah-lah yang menguasai bahtera-bahtera yang tinggi layarnya laksana gunung-gunung di lautan, ia berlayar di lautan dan memberikan manfaat kepada manusia guna mengangkut barang-barang dagangan dari suatu negeri ke negeri lain, makanan-makanan yang banyak terdapat pada suatu tempat dan tempat yang lain kekurangan bahan-bahan tersebut, dan lain sebagainya. Dengan demikian, terlaksana pertukaran barang-barang dagangan dan terpenuhi keperluan-keperluan manusia tentang makanan dan minuman.

Isi Kandungan Kosakata

1. Ṣalṣāl صَلْصَال (ar-Raḥmān/55:14)

Berart i tanah liat yang dapat dibuat belanga (pot), diambil dari fi‘il ṣalṣala yang berarti berbunyi.

Kata ṣalṣāl dalam ayat 14 Surah ar-Raḥmān tersebut adalah berarti tanah kering yang bila diketuk akan terdengar berbunyi.

Al-Qur’an menyebut berbagai materi ciptaan manusia, antara lain adalah dengan kata ṣalṣal berarti tanah kering. Kadang-kadang dinyatakan dari nuṭfah berarti sperma, pada kali lain dari turāb berarti tanah. Ada juga disebutkan dari mā' berarti air, atau ṭīn bermakna tanah yang basah, atau dengan ḥama'in masnūn yang berarti lumpur hitam. Ayat-ayat tersebut tidak bertentangan antara satu dengan lainnya, karena masing-masing berbicara tentang salah satu periode dari proses penciptaan manusia. Dapat dikatakan penciptaan manusia bermula dari tanah, lalu tanah itu dicampur dengan air, sehingga menjadi tanah yang basah, lalu dibiarkan beberapa saat, sehingga menjadi lumpur hitam, lalu itu dibentuk sesuai yang dikehendaki dan dikeringkan, sehingga ia menjadi tanah kering seperti tembikar. Ini tentu yang dimaksudkan adalah proses keja-dian Nabi Adam kakek dari semua manusia. Sedangkan semua manusia setelah Nabi Adam adalah diciptakan dari sperma dan ovum yang kemudian menjadi nuṭfah dan seterusnya hingga menjadi janin yang akan lahir sebagai manusia. Kecuali Hawa istri Nabi Adam, Nenek dari semua manusia, ada perbedaan pendapat di kalangan ulama tentang asal penciptaannya. Jumhur ulama mengatakan, bahwa Hawa diciptakan dari tulang rusuk Adam. Sedangkan sebagian ulama mengatakan, bahwa Hawa diciptakan dari zat yang sama dengan zat penciptaan Nabi Adam.

2. Mārij مَارِجٌ (ar-Raḥmān/55: 15)

Kata mārij dan kata lain yang seasal dengannya disebut empat kali dalam Al-Qur’an, yaitu pada Surah al-Furqān/25: 53, Surah Qāf/50: 5 dan Surah ar-Raḥmān/55: 15 dan 19. Kata mārij pada dasarnya bermakna "bercampur" yakni sebuah siklus yang berjalan terus-menerus, datang dan pergi silih berganti. Misalnya ungkapan, marajal-khātim fīl-aṣābi' yang berarti cincin itu menyatu pada jari-jari. Begitu pula ungkapan marajtud-dābbah yang berarti keadaan ternak yang saya lepas di padang rumput, mereka bercampur antara satu dengan yang lain dan sulit dibedakan. Al-Qur’an menggunakan kata tersebut dalam dua arti:

a. Dengan makna bercampur/membaur, seperti dalam Surah al-Furqān/25: 53 dan ar-Raḥmān/55: 19. Allah membicarakan siklus dua macam air laut yang bercampur dan mengalir berdampingan. Pada hakikatnya keduanya berbeda sifat dan keadaannya sehingga terpisah antara air yang tawar dan air yang asin, karena ada pembatasnya. Demikian juga keadaan yang dialami oleh orang-orang yang mendustakan kebenaran, merasakan kehidupan yang dihadapinya merupakan percampurbauran antara kebaikan dan kebatilan, sehingga kehidupannya kacau balau. Ini disebut dalam Surah Qāf /50: 5.

b. Dengan makna campuran butiran-butiran bara api, seperti pada Surah ar-Raḥmān/55: 15, disebutkan bahwa Allah menciptakan jin dari nyala api mu-rni, yakni campuran butiran-butiran bara api.

Penelusuran

  • Pos
  • Akun
  • Baru
  • Film
  • Musik
  • Berita
  • KBBI
  • Kripto