وَمِنْ دُوْنِهِمَا جَنَّتٰنِۚ
Wa min dūnihimā jannatān(i).
Selain dari kedua (surga) itu ada dua surga (lagi).
Bila pada ayat yang lalu Allah menjelaskan keadaan surga, pada ayat ini Dia menerangkan suasana surga yang lain lagi. Dan selain dari dua surga yang telah dijelaskan itu masih ada dua surga lagi.
Dalam ayat ini Allah menerangkan bahwa selain dua surga yang telah disebutkan ada lagi dua surga yang disediakan untuk orang-orang mukmin dari golongan Aṣḥābul-yamīn. Yaitu dua surga yang terdahulu diperuntukkan bagi golongan orang-orang yang terdahulu beriman dan dua surga yang lain diperuntukkan bagi golongan Aṣḥābul-yamīn dari orang yang beriman kemudian. Hal ini sesuai dengan sabda Rasulullah dalam hadisnya:
جَنَّتَا ِ مِنْ ذَهَبٍ لِلْمُقَرَّبِي ْنَ وَجَنَّتَانِ مِنْ فِضَّةٍ لِأَصْحَابِ الْيَمِيْنِ. (رواه ابن جرير وابن أبي حاتم وابن مردويه عن أبي موسى)
Dua surga dari emas untuk Muqarrabin dan dua buah lagi surga dari perak untuk Aṣḥābul-yamin.” (Riwayat Ibnu Jarīr, Ibnu Abī Ḥātim, Ibnu Mardawaih dari Abū Mūsā)
Maka nikmat Tuhan yang manakah yang masih didustakan oleh jin dan ma-nusia?
1. Mudhāmmatāni مُدْهَامَّتَان ِ (ar-Raḥmān/55: 64)
Kata mudhāmmatāni merupakan bentuk dua (muṡanna) dari kata mudhāmmah. Kata ini sendiri terambil dari ad-duhmah, yang pada awalnya diartikan sebagai gelapnya malam. Selain itu, kata ini juga diberi makna sebagai hijau tua yang pekat sehingga sangat dekat dengan warna hitam. Kata mudhāmmatāni dipergunakan untuk memberikan sifat kepada banyak-nya pepo-honan yang sangat rimbun dengan dedaunan di surga. Karena itu suasana surga tampak menghijau pekat.
2. Naḍḍākhatāni نَضَّاخَتَانِ (ar-Raḥmān/55: 66)
Kata naḍḍākhatān merupakan bentuk dua (muṡanna) dari naḍḍākhah, yang artinya yang memancar. Kata ini dipergunakan untuk menggambarkan adanya dua mata air di surga yang selalu memancarkan air. Surga yang dipenuhi dengan pepohonan yang rimbun dengan dedaunan, ditambah adanya mata air yang selalu memancarkan air, merupakan pemandangan yang sangat indah dan tiada taranya. Keadaan seperti ini yang akan ditemukan oleh mereka yang mendapat balasan surga.
3.‘Abqariyy عَبْقَرِيّ (ar-Raḥmān/55: 76)
Kata ‘abqariyy berasal dari kata ‘abqar. Yang artinya sesuatu yang luar biasa. Pada masa dahulu, kata ‘abqar diartikan sebagai tempat permukiman para jin. Bangsa Arab pada masa itu juga mempercayai bahwa semua yang indah-indah atau yang tidak mampu dilakukan manusia adalah hasil karya jin. Dari kebiasaan ini, selanjutnya muncul pengertian bahwa segala sesuatu yang mencapai puncak keindahan dan keistimewaan disebut ‘abqariy. Orang jenius disebut ‘abqariy, karena ia memiliki kemampuan akal atau kecerdasan yang luar biasa. Kata ini disebut dalam ayat untuk menggambarkan keindahan surga dan isinya yang luar biasa.
















































