فَبِاَيِّ اٰلَاۤءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبٰنِ
Fa bi'ayyi ālā'i rabbikumā tukażżibān(i).
Maka, nikmat Tuhanmu manakah yang kamu dustakan (wahai jin dan manusia)?
Maka, wahai manusia dan jin, nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?
Allah swt menantang jin dan manusia, agar mengungkapkan nikmat yang manakah yang mereka dustakan. Adakah yang mereka dustakan itu balasan-balasan yang akan mereka terima pada hari Kiamat nanti baik berupa pahala maupun berupa siksaan pada hari itu tidak ada kedustaan.
1. Aṡ-Ṡaqalāni الثَّقَلَانِ (ar-Raḥmān/55: 31)
Kata aṡ-ṡaqalāni adalah bentuk dua (maṣna) dari fi‘il (kata kerja) ṡaqula-yaṡqulu-ṡiqāla n yang berarti berat. Manusia dan jin dinamai demikian dalam Surah ar-Raḥmān/55: 31 tersebut, karena mereka berpotensi memikul beban yang berat, baik berupa dosa maupun tanggung jawab. Menurut Fakhruddīn ar-Rāzi bahwa penamaan itu sebagai menunjuk kedudukan manusia dan jin yang sangat terhormat. Ini menurutnya serupa dengan sabda Nabi saw: Sesungguhnya aku meninggalkan buat kamu al-ṡaqalain yakni Kitab Allah dan keluargaku.
2. Syuwāẓ شُوَاظ (ar-Raḥmān/55 : 35)
Kata syuwāẓ berarti nyala api tanpa asap, panas api/matahari. Kata syuwāẓ diambil dari kata kerja syāẓa-yasyūẓu-syauẓa n, yang berarti berkobar-kobar.
Dengan demikian, maka makna syuwāẓ dalam ayat 35 Surah ar-Raḥmān tersebut adalah kobaran api tanpa asap. Keadaannya tanpa asap itu menunjukkan kesempurnaan nyalanya, maka dengan demikian terasa lebih pa-nas.













































