Geligi Animasi
Geligi Semua Satu Platform
Ayat 33 - Surat Ar-Raḥmān (Yang Maha Pengasih)
الرّحمٰن
Ayat 33 / 78 •  Surat 55 / 114 •  Halaman 532 •  Quarter Hizb 54 •  Juz 27 •  Manzil 7 • Makkiyah

يٰمَعْشَرَ الْجِنِّ وَالْاِنْسِ اِنِ اسْتَطَعْتُمْ اَنْ تَنْفُذُوْا مِنْ اَقْطَارِ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِ فَانْفُذُوْاۗ لَا تَنْفُذُوْنَ اِلَّا بِسُلْطٰنٍۚ

Yā ma‘syaral-jinni wal-insi inistaṭa‘tum an tanfużū min aqṭāris-samāwāti wal-arḍi fanfużū, lā tanfużūna illā bisulṭān(in).

Wahai segenap jin dan manusia, jika kamu sanggup menembus (melintasi) penjuru langit dan bumi, tembuslah. Kamu tidak akan mampu menembusnya, kecuali dengan kekuatan (dari Allah).

Makna Surat Ar-Rahman Ayat 33
Isi Kandungan oleh Tafsir Wajiz

Allah menegaskan bahwa manusia dan jin tidak akan dapat menghindar dari pertanggung jawaban. Wahai golongan jin dan manusia! Jika kamu sanggup menembus atau melintasi penjuru langit dan bumi untuk menghindari pertanggung jawaban dan balasan yang akan menimpamu, maka keluar dan tembuslah keduanya. Ketauhilah, kamu tidak akan mampu menembusnya kecuali dengan kekuatan, sedangkan kamu sama sekali tidak mempunyai kekuatan itu.

Isi Kandungan oleh Tafsir Tahlili

Ayat ini menyeru jin dan manusia jika mereka sanggup menembus, melintasi penjuru langit dan bumi karena takut akan siksaan dan hukuman Allah, mereka boleh mencoba melakukannya, mereka tidak akan dapat berbuat demikian. Mereka tidak mempunyai kekuatan sedikit pun dalam menghadapi kekuatan Allah swt.

Menurut sebagian ahli tafsir, pengertian sulṭān pada ayat ini adalah ilmu pengetahuan. Hal ini menunjukkan bahwa dengan ilmu manusia dapat menembus ruang angkasa.

Isi Kandungan Kosakata

1. Aṡ-Ṡaqalāni الثَّقَلَانِ (ar-Raḥmān/55: 31)

Kata aṡ-ṡaqalāni adalah bentuk dua (maṣna) dari fi‘il (kata kerja) ṡaqula-yaṡqulu-ṡiqāla n yang berarti berat. Manusia dan jin dinamai demikian dalam Surah ar-Raḥmān/55: 31 tersebut, karena mereka berpotensi memikul beban yang berat, baik berupa dosa maupun tanggung jawab. Menurut Fakhruddīn ar-Rāzi bahwa penamaan itu sebagai menunjuk kedudukan manusia dan jin yang sangat terhormat. Ini menurutnya serupa dengan sabda Nabi saw: Sesungguhnya aku meninggalkan buat kamu al-ṡaqalain yakni Kitab Allah dan keluargaku.

2. Syuwāẓ شُوَاظ (ar-Raḥmān/55 : 35)

Kata syuwāẓ berarti nyala api tanpa asap, panas api/matahari. Kata syuwāẓ diambil dari kata kerja syāẓa-yasyūẓu-syauẓa n, yang berarti berkobar-kobar.

Dengan demikian, maka makna syuwāẓ dalam ayat 35 Surah ar-Raḥmān tersebut adalah kobaran api tanpa asap. Keadaannya tanpa asap itu menunjukkan kesempurnaan nyalanya, maka dengan demikian terasa lebih pa-nas.

Penelusuran

  • Pos
  • Akun
  • Baru
  • Film
  • Musik
  • Berita
  • KBBI
  • Kripto