Geligi Animasi
Geligi Semua Satu Platform
Ayat 34 - Surat Ar-Raḥmān (Yang Maha Pengasih)
الرّحمٰن
Ayat 34 / 78 •  Surat 55 / 114 •  Halaman 532 •  Quarter Hizb 54 •  Juz 27 •  Manzil 7 • Makkiyah

فَبِاَيِّ اٰلَاۤءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبٰنِ

Fa bi'ayyi ālā'i rabbikumā tukażżibān(i).

Maka, nikmat Tuhanmu manakah yang kamu dustakan (wahai jin dan manusia)?

Makna Surat Ar-Rahman Ayat 34
Isi Kandungan oleh Tafsir Wajiz

Maka, wahai manusia dan jin, nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?

Isi Kandungan oleh Tafsir Tahlili

Dalam ayat ini Allah bertanya kepada jin dan manusia yang berbuat jahat kemudian bertobat, lalu diterima oleh Allah tobatnya, bukankah itu merupakan nikmat? Sebelum itu Allah mengancam orang-orang yang berbuat jahat. Karenanya nikmat Allah yang mana lagi yang kamu dustakan.

Isi Kandungan Kosakata

1. Aṡ-Ṡaqalāni الثَّقَلَانِ (ar-Raḥmān/55: 31)

Kata aṡ-ṡaqalāni adalah bentuk dua (maṣna) dari fi‘il (kata kerja) ṡaqula-yaṡqulu-ṡiqāla n yang berarti berat. Manusia dan jin dinamai demikian dalam Surah ar-Raḥmān/55: 31 tersebut, karena mereka berpotensi memikul beban yang berat, baik berupa dosa maupun tanggung jawab. Menurut Fakhruddīn ar-Rāzi bahwa penamaan itu sebagai menunjuk kedudukan manusia dan jin yang sangat terhormat. Ini menurutnya serupa dengan sabda Nabi saw: Sesungguhnya aku meninggalkan buat kamu al-ṡaqalain yakni Kitab Allah dan keluargaku.

2. Syuwāẓ شُوَاظ (ar-Raḥmān/55 : 35)

Kata syuwāẓ berarti nyala api tanpa asap, panas api/matahari. Kata syuwāẓ diambil dari kata kerja syāẓa-yasyūẓu-syauẓa n, yang berarti berkobar-kobar.

Dengan demikian, maka makna syuwāẓ dalam ayat 35 Surah ar-Raḥmān tersebut adalah kobaran api tanpa asap. Keadaannya tanpa asap itu menunjukkan kesempurnaan nyalanya, maka dengan demikian terasa lebih pa-nas.

Penelusuran

  • Pos
  • Akun
  • Baru
  • Film
  • Musik
  • Berita
  • KBBI
  • Kripto