يُرْسَلُ عَلَيْكُمَا شُوَاظٌ مِّنْ نَّارٍۙ وَّنُحَاسٌ فَلَا تَنْتَصِرَانِۚ
Yursalu ‘alaikumā syuwāẓum min nār(in), wa nuḥāsun falā tantaṣirān(i).
Kepadamu, (wahai jin dan manusia,) disemburkan nyala api dan (ditumpahkan) cairan tembaga panas sehingga kamu tidak dapat menyelamatkan diri.
Wahai jin dan manusia, bila kamu berupaya menembus langit dan bumi, maka kepada kamu akan dikirim nyala api dan cairan tembaga panas yang meleleh sehingga kamu tidak dapat menyelamatkan diri dari-nya.
Ayat ini menerangkan bahwa kepada jin dan manusia akan ditimpakan bermacam-macam bentuk azab yaitu sambaran nyala api atau cairan yang bercampur dengan tembaga. Mereka tidak dapat melarikan diri daripadanya.
1. Aṡ-Ṡaqalāni الثَّقَلَانِ (ar-Raḥmān/55: 31)
Kata aṡ-ṡaqalāni adalah bentuk dua (maṣna) dari fi‘il (kata kerja) ṡaqula-yaṡqulu-ṡiqāla n yang berarti berat. Manusia dan jin dinamai demikian dalam Surah ar-Raḥmān/55: 31 tersebut, karena mereka berpotensi memikul beban yang berat, baik berupa dosa maupun tanggung jawab. Menurut Fakhruddīn ar-Rāzi bahwa penamaan itu sebagai menunjuk kedudukan manusia dan jin yang sangat terhormat. Ini menurutnya serupa dengan sabda Nabi saw: Sesungguhnya aku meninggalkan buat kamu al-ṡaqalain yakni Kitab Allah dan keluargaku.
2. Syuwāẓ شُوَاظ (ar-Raḥmān/55 : 35)
Kata syuwāẓ berarti nyala api tanpa asap, panas api/matahari. Kata syuwāẓ diambil dari kata kerja syāẓa-yasyūẓu-syauẓa n, yang berarti berkobar-kobar.
Dengan demikian, maka makna syuwāẓ dalam ayat 35 Surah ar-Raḥmān tersebut adalah kobaran api tanpa asap. Keadaannya tanpa asap itu menunjukkan kesempurnaan nyalanya, maka dengan demikian terasa lebih pa-nas.













































