عَلَّمَ الْقُرْاٰنَۗ
‘Allamal-qur'ān(a).
telah mengajarkan Al-Qur’an.
Allah menyebut rahmat-Nya yang paling agung. Dialah Tuhan Yang telah mengajarkan Al-Qur’an kepada siapa saja yang Dia kehendaki.
Pada ayat ini Allah yang Maha Pemurah menyatakan bahwa Dia telah mengajarkan Al-Qur’an kepada Muhammad saw yang selanjutnya diajarkan ke umatnya. Ayat ini turun sebagai bantahan bagi penduduk Mekah yang menga-takan:
اِنَّمَ ا يُعَلِّمُهٗ بَشَرٌ
Sesungguhnya Al-Qur’an itu hanya diajarkan oleh seorang manusia kepadanya (Muhammad). (an-Naḥl/16: 103)
Oleh karena isi ayat ini mengungkapkan beberapa nikmat Allah atas hamba-Nya, maka surah ini dimulai dengan menyebut nikmat yang paling besar faedahnya dan paling banyak manfaatnya bagi hamba-Nya, yaitu nikmat mengajarkan Al-Qur’an kepada manusia. Hal itu karena manusia dengan mengikuti ajaran Al-Qur’an akan berbahagia di dunia dan di akhirat dan dengan berpegang teguh pada petunjuk-petunjuk-Nya akan tercapai tujuan di kedua tempat tersebut. Al-Qur’an adalah induk kitab-kitab samawi yang diturunkan melalui makhluk Allah yang terbaik di bumi ini yaitu Nabi Muhammad saw.
1. Al-Bayān الْبَيَان (ar-Raḥmān/55: 4)
Kata al-bayān berasal dari bāna-yabīnu-bayānan yang berarti nyata, terang dan jelas. Dengan al-bayān dapat terungkap apa yang belum jelas. Pengajaran al-bayān oleh Allah tidak hanya terbatas pada ucapan, tetapi mencakup segala bentuk ekspresi, termasuk seni dan raut muka. Menurut al-Biqā‘i, kata al-bayān adalah potensi berpikir, yakni mengetahui persoalan kulli dan juz′i, menilai yang tampak dan yang gaib serta menganalogikannya dengan yang tampak. Kadang-kadang al-bayān berarti tanda-tanda, bisa juga berarti perhitungan, atau ramalan. Itu semua disertai potensi untuk menguraikan sesuatu yang tersembunyi dalam benak serta menjelaskan dan mengajarkannya kepada pihak lain. Sekali dengan kata-kata, kemudian dengan perbuatan, dengan ucapan, tulisan, isyarat dan lain-lain.
2. Żūl-‘Aṣ f ذُوالْعَصْفِ (ar-Raḥmān/55:12)
Kata żū berarti mempunyai. Sedangkan kata al-‘aṣf dari fi‘il ‘aṣafa-ya‘ṣifu-‘a fan, yang berarti bertiup keras. Kata żul-‘aṣf dalam ayat 12 Surah ar-Raḥmān berarti biji-bijian yang berkulit atau berdaun. Kata al-‘aṣf pada ayat ini adalah daun atau daun kering. Kata al-‘aṣf itu sendiri berarti bergerak atau bertiup keras. Daun dinamai al-‘aṣf, karena ia digerakkan oleh angin. Penyebutan kata tersebut untuk memperindah gaya bahasa sambil mengingatkan anugerah keindahan yang diciptakan Allah pada tumbuhan itu.








































