Geligi Animasi
Geligi Semua Satu Platform
Ayat 1 - Surat Ar-Raḥmān (Yang Maha Pengasih)
الرّحمٰن
Ayat 1 / 78 •  Surat 55 / 114 •  Halaman 531 •  Quarter Hizb 54 •  Juz 27 •  Manzil 7 • Makkiyah

اَلرَّحْمٰنُۙ

Ar-raḥmān(u).

(Allah) Yang Maha Pengasih,

Makna Surat Ar-Rahman Ayat 1
Isi Kandungan oleh Tafsir Wajiz

Uraian pada akhir Surah al-Qamar tentang keagungan kuasa Allah dan kesempurnaan kodrat-Nya disusul dengan penjelasan mengenai limpahan rahmat Allah kepada makhluk-Nya, yang disebutkan dalam Surah ar-Rahman. Surah ini diawali dengan nama-Nya yang indah. Dialah Allah Yang Maha Pengasih kepada makhluk, baik jin, manusia, hewan, tumbuhan, dan lainnya dalam kehidupan mereka di dunia.

Isi Kandungan oleh Tafsir Tahlili

Pada ayat ini Allah yang Maha Pemurah menyatakan bahwa Dia telah mengajarkan Al-Qur’an kepada Muhammad saw yang selanjutnya diajarkan ke umatnya. Ayat ini turun sebagai bantahan bagi penduduk Mekah yang menga-takan:

اِنَّمَ ا يُعَلِّمُهٗ بَشَرٌ

Sesungguhnya Al-Qur’an itu hanya diajarkan oleh seorang manusia kepadanya (Muhammad). (an-Naḥl/16: 103)

Oleh karena isi ayat ini mengungkapkan beberapa nikmat Allah atas hamba-Nya, maka surah ini dimulai dengan menyebut nikmat yang paling besar faedahnya dan paling banyak manfaatnya bagi hamba-Nya, yaitu nikmat mengajarkan Al-Qur’an kepada manusia. Hal itu karena manusia dengan mengikuti ajaran Al-Qur’an akan berbahagia di dunia dan di akhirat dan dengan berpegang teguh pada petunjuk-petunjuk-Nya akan tercapai tujuan di kedua tempat tersebut. Al-Qur’an adalah induk kitab-kitab samawi yang diturunkan melalui makhluk Allah yang terbaik di bumi ini yaitu Nabi Muhammad saw.

Isi Kandungan Kosakata

1. Al-Bayān الْبَيَان (ar-Raḥmān/55: 4)

Kata al-bayān berasal dari bāna-yabīnu-bayānan yang berarti nyata, terang dan jelas. Dengan al-bayān dapat terungkap apa yang belum jelas. Pengajaran al-bayān oleh Allah tidak hanya terbatas pada ucapan, tetapi mencakup segala bentuk ekspresi, termasuk seni dan raut muka. Menurut al-Biqā‘i, kata al-bayān adalah potensi berpikir, yakni mengetahui persoalan kulli dan juz′i, menilai yang tampak dan yang gaib serta menganalogikannya dengan yang tampak. Kadang-kadang al-bayān berarti tanda-tanda, bisa juga berarti perhitungan, atau ramalan. Itu semua disertai potensi untuk menguraikan sesuatu yang tersembunyi dalam benak serta menjelaskan dan mengajarkannya kepada pihak lain. Sekali dengan kata-kata, kemudian dengan perbuatan, dengan ucapan, tulisan, isyarat dan lain-lain.

2. Żūl-‘Aṣ f ذُوالْعَصْفِ (ar-Raḥmān/55:12)

Kata żū berarti mempunyai. Sedangkan kata al-‘aṣf dari fi‘il ‘aṣafa-ya‘ṣifu-‘a fan, yang berarti bertiup keras. Kata żul-‘aṣf dalam ayat 12 Surah ar-Raḥmān berarti biji-bijian yang berkulit atau berdaun. Kata al-‘aṣf pada ayat ini adalah daun atau daun kering. Kata al-‘aṣf itu sendiri berarti bergerak atau bertiup keras. Daun dinamai al-‘aṣf, karena ia digerakkan oleh angin. Penyebutan kata tersebut untuk memperindah gaya bahasa sambil mengingatkan anugerah keindahan yang diciptakan Allah pada tumbuhan itu.

Penelusuran

  • Pos
  • Akun
  • Baru
  • Film
  • Musik
  • Berita
  • KBBI
  • Kripto