Geligi Animasi
Geligi Semua Satu Platform
Ayat 178 - Surat Aṣ-Ṣāffāt (Barisan-Barisan)
الصّٰۤفّٰت
Ayat 178 / 182 •  Surat 37 / 114 •  Halaman 452 •  Quarter Hizb 46 •  Juz 23 •  Manzil 6 • Makkiyah

وَتَوَلَّ عَنْهُمْ حَتّٰى حِيْنٍۙ

Wa tawalla ‘anhum ḥattā ḥīn(in).

Berpalinglah engkau (Nabi Muhammad) dari mereka sampai waktu tertentu.

Makna Surat As-Saffat Ayat 178
Isi Kandungan oleh Tafsir Wajiz

Dan jika mereka tetap angkuh dan sombong setelah engkau peringatkan, berpalinglah engkau dari mereka sampai waktu tertentu ketika mereka menerima azab Allah.

Isi Kandungan oleh Tafsir Tahlili

Menghadapi tantangan kaum kafir agar azab akhirat disegerakan bagi mereka, Allah memerintahkan Nabi untuk berpaling, yaitu menunjukkan sikap tidak suka pada sikap pembangkangan mereka, tidak menghiraukan ancaman mereka, dan melanjutkan dakwah kepada mereka dengan penuh tawakal kepada Allah, dan melihat perkembangan selanjutnya, yaitu menunggu. Untuk itu diperlukan sikap sabar dan tawakal sebagaimana sikap yang lalu pada waktu menunggu kehancuran mereka di dunia. Dengan demikian azab akhirat itu pasti mereka terima.

Isi Kandungan Kosakata

Bisāḥatihim بِسَاحَتِهِمْ (aṣ-Ṣāffāt/37: 177)

Kata bisāḥatihim terambil dari kata sāḥah yang memiliki arti suatu tempat yang luas dan lapang. Turunnya sesuatu di halaman yang sangat luas mengisyaratkan banyaknya yang turun. Bentuk jamaknya adalah sāḥāt. Sāḥat ad-dār berarti halaman rumah. As-Sā'iḥ adalah air yang terus mengalir yang berada di halaman, bentuk jamaknya adalah suyūḥ. Dalam hadis Nabi disebutkan “Mā suqiya bissaiḥi fa fīhi al-‘usyr (Lahan yang dialiri oleh air yang mengalir maka zakatnya adalah sepersepuluh). Kata nazala yang mendahuluinya mengisyaratkan kehebatan dan penguasaan apa yang diturunkan (dalam hal ini siksa) atas siapa-siapa yang berada di sekitar halaman itu.

Kata ini berasal dari kata sāḥa yang berarti melakukan perjalanan di muka bumi (fasīḥū fi al-arḍ). Nabi Isa digelari dengan al-Masīḥ karena beliau senang bepergian, jika malam telah tiba ia melakukan salat sampai tiba waktu subuh. Al-Misyāḥ adalah mereka yang melakukan perjalanan dan melakukan perusakan di muka bumi. Sa'īḥ juga diartikan dengan mereka yang melakukan ibadah puasa dengan menjaga anggota tubuh dari kemaksiatan, diibaratkan dengan mereka yang melakukan perjalanan tanpa makanan (at-Taubah/9: 112, at-Taḥrīm/66: 5).

Ayat ini menjelaskan tentang sikap orang-orang musyrik Mekah yang menantang Muhammad untuk membuktikan kebenaran risalah yang dibawanya agar sesegera mungkin menurunkan azab atau siksa. Ini artinya mereka tidak mempercayai akan adanya siksa Allah. Kemudian Allah menegaskan cepat atau lambat siksa itu pasti akan datang. Apabila siksaan itu turun di halaman (sāḥah) mereka, pasti amat dahsyat bencana tersebut dan amat buruklah pagi hari yang dialami oleh orang-orang yang diperingatkan itu. Siksa dan bencana yang menimpa mereka digambarkan seperti serangan tentara yang menghancurkan kampung halaman mereka. Mereka diberikan peringatan untuk menyerah tetapi tidak menghiraukannya. Mereka tidak memiliki kesempatan untuk mempertahankan dan menyelamatkan diri mereka. Mereka akan mengalami kehancuran yang pedih.

Penelusuran

  • Pos
  • Akun
  • Baru
  • Film
  • Musik
  • Berita
  • KBBI
  • Kripto