قُلْ نَعَمْ وَاَنْتُمْ دٰخِرُوْنَۚ
Qul na‘am wa antum dākhirūn(a).
Katakanlah (Nabi Muhammad), “Ya (kamu akan dibangkitkan) dan kamu akan terhina.”
Wahai Nabi Muhammad, katakanlah kepada mereka, “Ya, Allah akan membangkitkan seluruh umat manusia, dan kamu akan dibangkitkan di hadapan-Nya dalam keadaan rendah dan terhina.”
Allah memerintahkan Nabi Muhammad agar menjawab pertanyaan mereka secara tegas bahwa benar mereka dan nenek moyangnya akan dibangkitkan kembali sesudah menjadi tanah. Mereka yang ingkar itu menjadi hina di hadapan Allah Yang Mahatinggi. Sebagaimana Allah berfirman:
اِنَّ الَّذِيْنَ يَسْتَكْبِرُوْ نَ عَنْ عِبَادَتِيْ سَيَدْخُلُوْنَ جَهَنَّمَ دَاخِرِيْنَ ࣖ ٦٠ (غافر)
Sesungguhnya orang-orang yang sombong tidak mau menyembah-Ku akan masuk neraka Jahanam dalam keadaan hina dina. (al- Gāfir /40: 60)
Dalam ayat lain Allah berfirman:
وَكُلٌّ اَتَوْهُ دٰخِرِيْنَ
… Dan semua mereka datang menghadap-Nya dengan merendahkan diri. (an-Naml/27: 87)
Terjadinya hari Kiamat sangatlah mudah bagi Allah. Dengan satu teriakan saja yang ditiupkan dari sangkakala manusia akan bangkit dari kubur dan hidup kembali. Pada waktu itu, mereka akan menyaksikan terlaksananya ancaman Allah.
Ṭīn Lāzib طِيْنٍ لَازِبٍ (aṣ-Ṣāffāt/37: 11)
Aṭ-Ṭīn artinya tanah yang bercampur air, sedangkan al-lāzib artinya sesuatu yang menempel dengan yang lain. Pernyataan ini adalah satu fase dari fase-fase penciptaan Nabi Adam. Fase berikutnya adalah fase tanah liat kering yang berasal dari lumpur hitam yang diberi bentuk(Hama' masnūn). Fase terakhir adalah fase “Tembikar”(ṣalṣāl kalfakhkhār). Setelah itu Allah menghembuskan roh kepadanya.














































