Geligi Animasi
Geligi Semua Satu Platform
Ayat 91 - Surat Aṣ-Ṣāffāt (Barisan-Barisan)
الصّٰۤفّٰت
Ayat 91 / 182 •  Surat 37 / 114 •  Halaman 449 •  Quarter Hizb 45.75 •  Juz 23 •  Manzil 6 • Makkiyah

فَرَاغَ اِلٰٓى اٰلِهَتِهِمْ فَقَالَ اَلَا تَأْكُلُوْنَۚ

Farāga ilā ālihatihim faqāla alā ta'kulūn(a).

Kemudian, dia langsung menuju ke berhala-berhala mereka (secara diam-diam), lalu berkata, “Mengapa kamu tidak makan?648)

Makna Surat As-Saffat Ayat 91
Isi Kandungan oleh Tafsir Wajiz

Tidak lama kemudian dia, yakni Nabi Ibrahim, pergi dengan diam-diam kepada berhala-berhala mereka; lalu dia berkata kepadanya dengan nada mengejek “Mengapa kamu tidak makan sajian yang mereka sediakan untukmu?

Isi Kandungan oleh Tafsir Tahlili

Sesudah kaumnya pergi, Ibrahim diam-diam menuju tempat patung-patung itu, lalu berkata dengan maksud mengejek, “Mengapa patung-patung itu tidak memakan makanan yang dihidangkan di hadapannya.” Sesajen itu disuguhkan oleh para penyembahnya pada hari-hari tertentu untuk mengharapkan berkah.

Tentu saja patung-patung itu tidak berkata apa-apa. Akan tetapi, Ibrahim bertanya lagi, “Mengapa patung-patung itu tidak menjawab pertanyaanku?” Kemudian patung-patung itu dipukulnya dengan keras sampai hancur kecuali sebuah patung yang paling besar. Peristiwa ini menimbulkan kemarahan kaumnya. Lalu mereka mencari pelakunya dan memperoleh keterangan bahwa Ibrahimlah yang memecahkan patung-patung itu. Mereka cepat-cepat menemui Ibrahim dan menanyakan kepadanya, apakah benar dia memecahkan patung-patung itu. Ibrahim mengelak dari pertanyaan itu dan mengatakan bahwa patung yang besar itulah yang memecahkannya. Setelah mendengar ucapan Ibrahim, kaumnya menundukkan kepala dan merenungkan diri masing-masing. Tidak ada yang dapat mereka perbuat terhadap patung besar itu, yang selama ini mereka sembah.

Isi Kandungan Kosakata

1. Qalb Salīm قَلْب سَلِيْم (aṣ-Ṣāffāt/37: 84)

Qalb salīm terdiri dari dua kata, qalb yang berarti hati dan salīm yang berarti selamat, sehat, tidak sakit, dan sebagainya. Dalam konteks ayat di atas, Allah menjelaskan perihal sikap Nabi Ibrahim yang memiliki qalb salīm. Pada ayat sebelumnya (ayat 83), Nabi Ibrahim dimasukkan sebagai syī‘atih (golongan Nabi Nuh), karena kesamaan keimanan kepada Allah dan pokok-pokok ajaran agamanya. Bahkan lebih jauh lagi, Nabi Ibrahim menjawab seruan Allah dengan qalb salīm (hati yang bersih/suci), yakni ia mengikhlaskan jiwa dan raganya di jalan Allah dengan sepenuhnya. Itulah Nabi Ibrahim, yang juga sering disebut sebagai hanīf muslim.

2. Yaziffūn يَزِفُّوْنَ (aṣ-Ṣāffāt/37: 94)

Secara kebahasaan, yaziffūn bermakna bergegas atau segera. Dalam konteks ayat di atas, Allah menjelaskan bahwa selepas Nabi Ibrahim menghancurkan patung-patung yang disembah kaumnya, mereka lalu bergegas mendatangi Nabi Ibrahim untuk meminta pertanggungjawaban atas perbuatannya merusak tuhan-tuhan mereka itu. Itulah sikap kaumnya yang jauh dari kebenaran. Mereka mengagungkan dan bahkan menyembah berhala-berhala yang mereka buat sendiri, yang tidak bisa mendatangkan mudarat atau manfaat apa pun bagi diri mereka.

Penelusuran

  • Pos
  • Akun
  • Baru
  • Film
  • Musik
  • Berita
  • KBBI
  • Kripto