Geligi Animasi
Geligi Semua Satu Platform
Ayat 1 - Surat Aṣ-Ṣāffāt (Barisan-Barisan)
الصّٰۤفّٰت
Ayat 1 / 182 •  Surat 37 / 114 •  Halaman 446 •  Quarter Hizb 45.5 •  Juz 23 •  Manzil 6 • Makkiyah

وَالصّٰۤفّٰتِ صَفًّاۙ

Waṣ-ṣāffāti ṣaffā(n).

Demi (rombongan malaikat) yang berbaris bersaf-saf, (untuk beribadah kepada Allah),

Makna Surat As-Saffat Ayat 1
Isi Kandungan oleh Tafsir Wajiz

Bila pada akhir Surah Yasin Allah menjelaskan keesaan dan kekuasaan-Nya pada hari Kiamat, pada permulaan surah ini Allah menegaskan bukti kekuasaan-Nya di alam raya. Demi rombongan malaikat yang berbaris bersaf-saf dengan rapi dalam melaksanakan tugas dan perintah Allah;

Isi Kandungan oleh Tafsir Tahlili

Pada akhir Surah Yāsīn, Allah menjelaskan kekuasaan-Nya pada hari Kiamat dan hari kebangkitan dengan membangkitkan kembali semua manusia yang telah mati secara utuh meskipun sudah lama meninggal dunia dan tulang-belulangnya telah hancur. Allah yang menciptakan manusia pertama kali kemudian mematikannya, tentu dapat menciptakannya kembali seperti yang telah diciptakan dahulu. Pada permulaan Surah aṣ-Ṣāffāt, Allah menegaskan kembali keesaan dan kekuasaan-Nya di alam yang luas dan besar ini.

Isi Kandungan Kosakata

1. Aṣ-Ṣāffāt الصَّافَّاتِ (aṣ-Ṣāffāt/37: 1)

Aṣ-Ṣāffāt bentuk jamak dari aṣ-ṣāf isim fa‘il dari fi‘il maḍī ṣaffa. Kata aṣ-ṣaff artinya garis lurus pada setiap hal (as-saṭr al mustawi min kulli syai’). Baris artinya kembali kepada munculnya sesuatu secara teratur, rapih, tertib. Aṣ-ṣafuf adalah unta yang membiarkan kedua kaki depannya tetap di tempat untuk memberikan peluang bagi pemerah susunya sehingga tempat susu berbaris dengan teratur untuk mendapatkan giliran diisi dengan air susu unta tersebut. Daging yang ditaruh di atas bara api untuk dibakar dinamakan as-ṣafif. Daging tersebut biasanya ditaruh dengan teratur. Dalam ayat ini Allah tidak menyebutkan rombongan siapa yang berbaris dengan teratur, oleh karena itu para mufasir berbeda pendapat dalam hal ini. Apakah itu merupakan rombongan malaikat atau yang lainnya.

2. Az-Zājirāt الزَّاجِرَاتِ (aṣ-Ṣaffāt/37: 2)

Az-Zājirāt berasal dari kata az-zajr yang artinya mendorong, mengusir dengan suara keras, dan kasar dari sesuatu yang tidak diinginkan oleh pelakunya. Menurut ar-Ragib al-Iṣfahānī, az-zājirāt pada ayat ini adalah malaikat yang menggiring awan ke lokasi yang ditetapkan Allah untuk diturunkan hujan. Namun demikian, banyak ulama yang memahami az-zājirāt dengan malaikat-malaikat yang menghardik dan mencegah manusia melakukan pelanggaran, baik pelanggaran hukum, syariat, maupun pelanggaran batas-batas yang sudah ditentukan Allah untuk menjamin kelestarian di alam raya ini.

3. At-Tāliyāt التَّالِيَاتِ (aṣ-Ṣaffāt/37: 3)

At-Tāliyāt berasal dari kata talā yang artinya datang sesudahnya atau mengikuti. Objek yang diikuti bisa berupa benda, hukum, atau peraturan. Dari kata ini lahir makna yang berarti membaca karena membaca berarti mengikuti huruf demi huruf. Kata talā khusus untuk membaca kitab suci dan mengikuti perintah, larangan, janji, dan ancaman yang tercantum dalam kitab suci tersebut. At-Tāliyāt dalam ayat ini dipahami sebagai malaikat yang membacakan wahyu-wahyu Ilahi kepada para nabi. Pada ayat ini, Allah bersumpah demi malaikat-malaikat yang berbaris teratur yang menghardik setan sehingga tidak mengganggu proses penurunan wahyu atau ketika malaikat membacakannya kepada para nabi.

Penelusuran

  • Pos
  • Akun
  • Baru
  • Film
  • Musik
  • Berita
  • KBBI
  • Kripto