اِنَّهَا شَجَرَةٌ تَخْرُجُ فِيْٓ اَصْلِ الْجَحِيْمِۙ
Innahā syajaratun takhruju fī aṣlil-jaḥīm(i).
Sesungguhnya itu adalah pohon yang keluar dari dasar (neraka) Jahim.
Sungguh, itu adalah pohon yang keluar dari dasar neraka Jahim. Dahan pohon itu menjulur hingga dasar jurang neraka.
Allah menegaskan bahwa pohon zaqqum itu tumbuh dari dasar neraka yang menyala-nyala. Dahan-dahannya menjulang tinggi, setinggi nyala api neraka. Pohon itu tumbuh dari dalam api dan dari api pula dia dijadikan. Bayangannya seperti kepala setan, sangat buruk dan menjijikkan. Orang Arab dalam menggambarkan sesuatu yang sangat buruk dan menjijikkan mengumpamakannya dengan setan, misalnya seperti kepala setan. Akan tetapi, sebenarnya wujud setan itu tidak ada yang mengetahui.
Hanya saja khayalan manusia menggambarkannya sangat buruk. Sebaliknya dalam menggambarkan sesuatu yang indah, mereka mengumpamakannya dengan malaikat. Karena itu Tuhan mempergunakan kata malaikat dalam menggambarkan ketampanan Yusuf dalam firman-Nya:
مَا هٰذَا بَشَرًاۗ اِنْ هٰذَآ اِلَّا مَلَكٌ كَرِيْمٌ
…Ini bukanlah manusia. Ini benar-benar malaikat yang mulia. (Yūsuf/12: 31)
1. Syajarah az-Zaqqūm شَجَرَةُ الزَّقُّوْمِ (aṣ-Ṣāffāt/37: 62)
Syajarah az-zaqqūm terdiri dari dua kata, syajarah yang berarti pohon dan az-zaqqūm yang berarti jenis pohon yang tumbuh di neraka. Dijelaskan oleh Allah pada ayat di atas, pohon az-zaqqūm adalah makanan bagi para penghuni neraka sekaligus sebagai siksaan bagi orang-orang yang zalim. (ayat 63). Pohon ini tumbuh dari dasar neraka jahim. (ayat 64).
2. Ru'ūs asy-Syayāṭīn رُءُوْسُ الشَّيَاطِيْنِ (aṣ-Ṣāffāt/37: 65)
Ru'ūs asy-syayāṭīn terdiri dari dua kata: ru'ūs dan syayāṭīn. Ru'ūs merupakan bentuk jamak (plural) dari ra's, yang berarti kepala. Sedang syayāṭīn merupakan bentuk jamak dari syaiṭān, yang berarti setan. Dengan demikian, ru'ūs asy-syayāṭīn bermakna kepala-kepala setan. Ayat ini masih terkait dengan ayat sebelumnya (ayat 62) yang menjelaskan tentang syajarah az-zaqqūm. Pada ayat ini, Allah menjelaskan lebih jauh bahwa syajarah az-zaqqūm yang tumbuh dari dasar neraka jahim itu mayangnya laksana kepala setan. Tidak ada yang tahu secara persis, apa yang dimaksud oleh Allah dalam ayat ini, tetapi tampaknya untuk memberikan kesan yang lebih mengerikan.
3. Yuhra‘ūn يُهْرَعُوْنَ (aṣ-Ṣāffāt/37: 70)
Secara kebahasaan, yuhra‘ūn yang berakar dari kata hara‘ā bermakna tergesa-gesa, terburu-buru, dan sebagainya. Pada ayat di atas, Allah men-jelaskan orang-orang terdahulu yang mengikuti kesesatan leluhur mereka, leluhur yang tidak mau menerima kebenaran. Ketika, karena kesesatannya, leluhur mereka itu terjerumus ke dalam neraka jahim, mereka juga harus cepat-cepat mengikuti leluhur mereka masuk ke neraka jahim. Itulah buah mengikuti kesesatan.














































