Geligi Animasi
Geligi Semua Satu Platform
Ayat 170 - Surat Aṣ-Ṣāffāt (Barisan-Barisan)
الصّٰۤفّٰت
Ayat 170 / 182 •  Surat 37 / 114 •  Halaman 452 •  Quarter Hizb 46 •  Juz 23 •  Manzil 6 • Makkiyah

فَكَفَرُوْا بِهٖۚ فَسَوْفَ يَعْلَمُوْنَ

Fa kafarū bih(ī), fasaufa ya‘lamūn(a).

Akan tetapi, ternyata mereka mengingkarinya (Al-Qur’an). Maka, kelak mereka akan mengetahui (akibat keingkarannya itu).

Makna Surat As-Saffat Ayat 170
Isi Kandungan oleh Tafsir Wajiz

Akan Tetapi, setelah Allah menurunkan Al-Qur’an kepada mereka sebagai pedoman untuk meraih kebahagiaan dunia dan akhirat, ternyata mereka mengingkarinya (Lihat Surah Fatir/35: 42), maka kelak mereka akan mengetahui akibat keingkaran mereka itu.

Isi Kandungan oleh Tafsir Tahlili

Allah menjelaskan bahwa rasul yang mereka tunggu-tunggu itu sebenarnya sudah datang, yaitu Nabi Muhammad dan pedoman yang mereka dambakan itu sudah ada yaitu Al-Qur’an. Akan tetapi, mereka mengingkari nabi dan kitab suci tersebut. Tindakan mereka itu diterangkan dalam ayat lain:

وَاَقْسَمُ ْا بِاللّٰهِ جَهْدَ اَيْمَانِهِمْ لَىِٕنْ جَاۤءَهُمْ نَذِيْرٌ لَّيَكُوْنُنَّ اَهْدٰى مِنْ اِحْدَى الْاُمَمِۚ فَلَمَّا جَاۤءَهُمْ نَذِيْرٌ مَّا زَادَهُمْ اِلَّا نُفُوْرًاۙ

Dan mereka bersumpah dengan nama Allah dengan sungguh-sungguh bahwa jika datang kepada mereka seorang pemberi peringatan, niscaya mereka akan lebih mendapat petunjuk dari salah satu umat-umat (yang lain). Tetapi ketika pemberi peringatan datang kepada mereka, tidak menambah (apa-apa) kepada mereka, bahkan semakin jauh mereka dari (kebenaran) (Fāṭir/35: 42)

Di akhir ayat, Allah swt menegaskan bahwa mereka yang kafir nanti akan tahu apa akibat kekafiran mereka. Yaitu bahwa mereka akan sengsara baik di dunia dengan kekalahan, maupun di akhirat yaitu disiksa dalam neraka selama-lamanya. Ancaman itu seharusnya membuat mereka takut lalu beriman.

Isi Kandungan Kosakata

Maqām Ma‘lūm مَقَامٌ مَعْلُوْمٌ (aṣ-Ṣāffāt/37: 164)

Kata maqām berasal dari kata qāma yaqūmu yang berarti berdiri, antonim dari kata julūs (duduk). Maqām berarti tempat berdiri dua telapak kaki. Maqām juga berarti kedudukan, posisi, atau derajat. Kata ini juga diartikan dengan tempat atau lokasi. Maqām ma‘lūm artinya kedudukan yang tertentu sesuai dengan apa yang telah digariskan oleh Sang Maha Pencipta. Masing-masing tidak dapat melampaui batas ketentuan yang telah ditetapkan, karena itu setiap makhluk diciptakan hanya untuk taat dan beribadah kepada-Nya.

Kalimat maqām terulang dalam Al-Qur’an sebanyak 14 kali, dua kali disandingkan dengan maqām karīm (ad-Dukhān/44: 26, asy-Syu‘arā'/26: 58), sekali dengan maqām amīn (ad-Dukhān/44: 21), dua kali dengan maqām Ibrāhīm (al-Baqarah/2: 125, Āli ‘Imrān/3: 97), sekali dengan maqām maḥmūd (al-Isrā'/17: 79), maqām ma‘lūm (aṣ-Ṣāffāt/37: 164) dan sisanya disandingkan dengan kata rabb dan ḍamīr.

Sedangkan kata ma‘lūm merupakan isim maf‘ūl dari akar kata ‘alima ya‘lamu yang berarti sifat mengetahui sesuatu. Allah memiliki sifat al-‘Alīm, al-‘Alām, al-‘Ālim yang kesemuanya menunjukkan kepada kemahatahuan Allah terhadap alam dan segala isinya. Kalimat yang tersusun dari huruf-huruf ‘ain, lam, dan mim menunjukkan kepada sesuatu objek yang jelas sehingga tidak menimbulkan keraguan. Manusia yang memiliki keahlian mengetahui ilmu agama dengan jelas disebut dengan alim atau ulama. Al-‘Alamah juga artinya tanda untuk mengetahui sesuatu, seperti bendera disebut juga ‘alam, bentuk jamaknya adalah ‘alām. Dalam Al-Qur’an ditemukan banyak sekali ayat-ayat yang menggunakan akar kata yang sama. Dari kata ini juga terbentuk kata al-‘ālam yang berarti semua jenis makhluk yang ada di alam semesta ini atau sesuatu selain Zat Allah. Disebut ‘alam sebagai tanda bagi manusia dalam memahami kebesaran dan keagungan Allah. Tidak ada bentuk mufrad dari kata ‘ālam. Ma‘lūm berarti sesuatu yang telah diketahui dan ditentukan. Kata ini sudah menjadi istilah dalam bahasa Indonesia untuk hal-hal yang sudah diketahui yaitu maklum.

Pada ayat di atas, Allah menjelaskan tentang kedudukan malaikat sebagai makhluk Allah. Para malaikat telah mempunyai kedudukan yang tertentu (maqām ma‘lūm). Mereka ini memiliki tugas yang tidak boleh dilebihkan atau dikurangi. Semuanya sudah ditentukan sesuai dengan ketetapan-Nya. Dan kenyataannya, mereka adalah makhluk Allah yang senantiasa taat menjalankan segala perintah-Nya, sedikit pun tidak pernah mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya (at-Taḥrīm/66: 6).

Penelusuran

  • Pos
  • Akun
  • Baru
  • Film
  • Musik
  • Berita
  • KBBI
  • Kripto