Geligi Animasi
Geligi Semua Satu Platform
Ayat 152 - Surat Aṣ-Ṣāffāt (Barisan-Barisan)
الصّٰۤفّٰت
Ayat 152 / 182 •  Surat 37 / 114 •  Halaman 451 •  Quarter Hizb 46 •  Juz 23 •  Manzil 6 • Makkiyah

وَلَدَ اللّٰهُ ۙوَاِنَّهُمْ لَكٰذِبُوْنَۙ

Waladallāh(u), wa innahum lakāżibūn(a).

“Allah mempunyai anak.” Sesungguhnya mereka benar-benar pendusta.

Makna Surat As-Saffat Ayat 152
Isi Kandungan oleh Tafsir Wajiz

“Allah mempunyai anak.” Mahasuci Allah. Tiada sekutu bagi-Nya. Dia tidak beranak dan tidak pula diperanakkan. Dan sungguh, mereka benar-benar pendusta karena tuduhan mereka tidak berdasar sama sekali.

Isi Kandungan oleh Tafsir Tahlili

Selanjutnya Allah mengecam lebih keras lagi ucapan atau pandangan mereka bahwa Allah punya anak itu. Allah menegaskan bahwa pandangan mereka itu hanyalah suatu kebohongan besar yang direkayasa. Karena rekayasa seperti itu maka Allah mencap mereka sebagai pembohong-pembohong besar. Untuk mempertegas kecaman terhadap kebohongan mereka itu, Allah bertanya, “Apakah Ia memilih anak perempuan daripada anak laki-laki?” Maksudnya: anak perempuan rendah dalam pandangan mereka, dan anak laki-laki mulia, lalu apakah Allah akan memilih anak perempuan dan untuk mereka anak laki-laki? Bila demikian keadaannya berarti Allah bodoh dan mereka pintar. Pandangan itulah yang dikecam Allah, karena Allah tidak mungkin beranak dan tidak memerlukan anak, dan tidak boleh dilecehkan dengan pandangan seperti itu, bahwa untuk Allah cukup anak perempuan sedangkan untuk mereka anak laki-laki. Mereka harus mempertanggungjawabkan dosa besar karena pandangan yang keliru itu dan dosa orang-orang yang mengikutinya. Firman Allah:

اَفَاَصْفٰ ىكُمْ رَبُّكُمْ بِالْبَنِيْنَ وَاتَّخَذَ مِنَ الْمَلٰۤىِٕكَة ِ اِنَاثًاۗ اِنَّكُمْ لَتَقُوْلُوْنَ قَوْلًا عَظِيْمًا ࣖ ٤٠ (الاسراۤء)

Maka apakah pantas Tuhan memilihkan anak laki-laki untukmu dan Dia mengambil anak perempuan dari malaikat? Sungguh, kamu benar-benar mengucapkan kata yang besar (dosanya). (al-Isrā'/17: 40)

Isi Kandungan Kosakata

Nasab(an) نَسَبًا (aṣ-Ṣāffāt/37: 158)

Kata dasarnya nasaba-yansubu-nasaban “menyebutkan hubungan darahnya”. Nasab adalah hubungan darah seseorang, baik vertikal, antara ayah dengan anak, maupun horizontal, antara saudara-saudaranya dengan anak pamannya. Kaum kafir Mekah memandang antara Allah dan jin ada hubungan darah seperti itu. Hal itu adalah pandangan yang sangat sesat dan dicerca oleh Al-Qur’an.

Penelusuran

  • Pos
  • Akun
  • Baru
  • Film
  • Musik
  • Berita
  • KBBI
  • Kripto