Geligi Animasi
Geligi Semua Satu Platform
Ayat 197 - Surat Asy-Syu‘arā' (Para Penyair)
الشّعراۤء
Ayat 197 / 227 •  Surat 26 / 114 •  Halaman 375 •  Quarter Hizb 38.25 •  Juz 19 •  Manzil 5 • Makkiyah

اَوَلَمْ يَكُنْ لَّهُمْ اٰيَةً اَنْ يَّعْلَمَهٗ عُلَمٰۤؤُا بَنِيْٓ اِسْرَاۤءِيْلَ

Awalam yakul lahum āyatan ay ya‘lamahū ‘ulamā'u banī isrā'īl(a).

Apakah tidak (cukup) menjadi bukti bagi mereka bahwa ia (Al-Qur’an) diketahui oleh para ulama Bani Israil?

Makna Surat Asy-Syu‘ara' Ayat 197
Isi Kandungan oleh Tafsir Wajiz

Dukungan terhadap kebenaran Al-Qur’an juga datang dari para ulama Bani Israil. Apakah tidak cukup menjadi bukti bagi mereka, bahwa para ulama Bani Israil mengetahuinya? Mereka, dahulu, bahkan sangat menantikan kedatangan Nabi Muhammad.

Isi Kandungan oleh Tafsir Tahlili

Ayat ini menerangkan bahwa di samping diberitakan dalam Taurat dan Injil, kedatangan dan kenabian Muhammad saw itu juga ditegaskan oleh ulama-ulama Yahudi yang hidup di Madinah pada waktu itu. Mereka mengatakan bahwa sebenarnya terdapat di dalam Taurat dan Injil isyarat-isyarat atau keterangan-keterangan tentang Nabi Muhammad. Oleh karena itu, banyak orang-orang musyrik Mekah yang pergi ke Madinah menemui ulama-ulama Yahudi untuk menanyakan berita-berita tentang Nabi Muhammad.

Aṡ-Ṡa’labi menerangkan dari Ibnu ‘Abbās bahwa orang-orang musyrik Mekah pernah mengutus utusan ke Madinah menemui pendeta-pendeta Yahudi untuk meminta keterangan tentang Muhammad. Mereka menjawab, “Ini masa kedatangannya”, dan mereka menyebutkan sifat-sifatnya.

Isi Kandungan Kosakata

1. Bilisān ‘Arabiy Mubīn بِلِسَانٍ عَرَبِىٍّ مُبِيْنٍ (asy-Syu’arā’/26: 195)

Kata lisān diambil dari fi’il lasina-yalsanu-lasanan berarti fasih lidahnya. Jamaknya adalah alsinah berarti lidah, bahasa. Kata ‘araby berarti bangsa Arab yang sebenarnya, diambil dari fi’il aruba-ya’rubu-’arabatan- ’uruban-’araban yang berarti berbicara dengan bahasa Arab yang fasih. Lisān al-’arab artinya bahasa Arab. Kata lisan yang diiringi oleh kata sifat ‘arabiy sehingga menjadi lisān ‘arabiy mengandung pengertian khusus, yaitu bahasa Al-Qur’an. Pengertian ini dapat ditemukan antara lain dalam Surah an-Naḥl/16:103, asy-Syu’arā’/26:195 dan al-Aḥqāf/46:12. Jadi pengertian bi lisān ‘arabiyyin mubīn adalah dengan bahasa Arab yang jelas, atau dengan bahasa Al-Qur’an yang jelas.

2. ‘Ulamā’ عُلَمٰؤُا (asy-Syu’arā’/26: 197)

Kata ‘ulamā’ adalah bentuk jamak dari kata ‘alīm yang terambil dari akar kata yang berarti mengetahui secara jelas. Oleh karena itu, semua kata yang terbentuk oleh huruf-huruf ‘ain, lam, dan mim, selalu menunjuk kepada kejelasan, seperti ‘alam/bendera, ‘alam/alam raya atau makhluk yang memiliki rasa atau kecerdasan, alamah/alamat.

Banyak pakar agama seperti Ibnu ‘Āsyūr dan aṭ-Ṭabāṭabā’ī memahami kata ‘ulamā’ dalam arti yang mendalami ilmu agama. Aṭ-Ṭabāṭabā’ī menulis bahwa mereka itu adalah yang mengenal Allah dengan nama, sifat, dan perbuatan-Nya, pengenalan yang bersifat sempurna sehingga hati mereka menjadi tenang, keraguan dan kegelisahan menjadi sirna, dan tampak pula dampaknya dalam kegiatan mereka sehingga amal mereka membenarkan ucapan mereka. Ṭāhir bin ‘Āsyūr menulis bahwa yang dimaksud dengan ulama adalah orang-orang yang mengetahui tentang Allah dan syariat.

Sayyid Quṭb mengatakan, “Ulama adalah mereka yang memperhatikan kitab yang menakjubkan itu (Al-Qur’an). Oleh karena itu, mereka mengenal Allah dengan pengenalan yang sebenarnya. Mereka mengenal-Nya melalui hasil ciptaan-Nya, mereka menjangkau-Nya melalui dampak kuasa-Nya, serta merasakan hakikat kebesaran-Nya dengan melihat hakikat kepada-Nya serta bertakwa sebenar-sebenarnya.”

Penelusuran

  • Pos
  • Akun
  • Baru
  • Film
  • Musik
  • Berita
  • KBBI
  • Kripto