وَاُزْلِفَتِ الْجَنَّةُ لِلْمُتَّقِيْنَ ۙ
Wa uzlifatil-jannatu lil-muttaqīn(a).
Surga didekatkan kepada orang-orang yang bertakwa.
Dan surga didekatkan kepada orang-orang yang bertakwa yang selalu menjaga diri dari kemaksiatan, agar terhindar dari murka Allah. Surga diperlihatkan kepada mereka, sehingga mereka bisa menikmati pemandangan yang sangat indah di dalamnya. Inilah kenikmatan permulaan sebelum mereka masuk ke dalamnya.
Surga itu didekatkan sedemikian rupa kepada orang-orang yang bertakwa, sehingga dapat dilihat dengan nyata. Bagaimana surga itu didekatkan, diterangkan pada ayat lain:
وَاُزْلِفَ ِ الْجَنَّةُ لِلْمُتَّقِيْن َ غَيْرَ بَعِيْدٍ ٣١
Sedangkan surga didekatkan kepada orang-orang yang bertakwa pada tempat yang tidak jauh (dari mereka). (Qāf/50: 31)
Mendekatkan surga kepada orang-orang bertakwa akan menggembirakan mereka karena ketaatan yang telah mereka kerjakan selama di dunia, segera akan membuahkan hasil. Mereka akan segera memasukinya.
Kubkibū كُبْكِبُوْا (asy-Syu’arā’/26: 94)
Kata ini disebut hanya sekali dalam Al-Qur’an. Asalnya adalah kubkiba. Pada kata ini berkumpul tiga huruf ba’. Ba’ yang di tengah digantikan huruf kaf, menjadi kubkibu, yang artinya “mereka dilemparkan”. Menurut as-Suddī, dalam hal ini yang dilemparkan ke dalam neraka adalah al-musyrikūn (orang-orang musyrik). Mufassir lain berpendapat bahwa yang dilemparkan adalah benda-benda sembahan orang musyrik waktu mereka menyekutukan Allah di dunia. Mereka itu dilemparkan ke dalam neraka sebagai bahan bakarnya bersama-sama dengan manusia yang menyembahnya.



































