Geligi Animasi
Geligi Semua Satu Platform
Ayat 51 - Surat Asy-Syu‘arā' (Para Penyair)
الشّعراۤء
Ayat 51 / 227 •  Surat 26 / 114 •  Halaman 369 •  Quarter Hizb 37.5 •  Juz 19 •  Manzil 5 • Makkiyah

اِنَّا نَطْمَعُ اَنْ يَّغْفِرَ لَنَا رَبُّنَا خَطٰيٰنَآ اَنْ كُنَّآ اَوَّلَ الْمُؤْمِنِيْنَ ۗ ࣖ

Innā naṭma‘u ay yagfira lanā rabbunā khaṭāyānā an kunnā awwalal-mu'minīn(a).

Sesungguhnya kami sangat menginginkan agar Tuhan kami mengampuni kesalahan-kesalahan kami karena kami adalah orang-orang yang pertama menjadi mukmin.”

Makna Surat Asy-Syu‘ara' Ayat 51
Isi Kandungan oleh Tafsir Wajiz

Mereka terus berkata, “Sesungguhnya kami sangat menginginkan sekiranya Tuhan kami akan mengampuni segala kesalahan yang kami perbuat karena perbuatan sihir kami, ketaatan kami kepada Fir’aun, dan lain-lainnya, karena kami menjadi orang yang pertama-tama beriman kepada Tuhan Musa dan Harun.”

Isi Kandungan oleh Tafsir Tahlili

Ancaman Fir‘aun yang cukup berat itu, tidak digubris sama sekali oleh para ahli sihir itu. Mereka bahkan berharap dapat merasakan ancaman itu karena bagi mereka semua orang yang hidup pada suatu waktu pasti mati, tidak ada daya upaya untuk mengelak daripadanya. Firman Allah:

كُلُّ نَفْسٍ ذَاۤىِٕقَةُ الْمَوْتِ

Setiap yang bernyawa akan merasakan mati. (al-Anbiyā’/21: 35)

Dan firman-Nya:

قُلْ اِنَّ الْمَوْتَ الَّذِيْ تَفِرُّوْنَ مِنْهُ فَاِنَّهٗ مُلٰقِيْكُمْ

Ka takanlah, “Sesungguhnya kematian yang kamu lari dari padanya, ia pasti menemui kamu,” (al-Jumu’ah/62: 8)

Mereka itu hanya memikirkan dua hal, sebagai penghibur hati mereka:

Pertama, mereka akan kembali kepada ajaran Tuhan semesta alam, Tuhan yang disembah Musa dan Harun dan mengikuti agama Nabi Musa a.s. Dengan demikian, mereka akan selamat dari azab akhirat yang amat pedih dan berkepanjangan, yang jauh lebih berat dibanding dengan siksaan yang diancamkan Fir‘aun kepada mereka.

Kedua, mereka sangat mengharapkan agar Tuhan semesta alam mau mengampuni dosa mereka karena melakukan perbuatan sihir dan kekafiran. Merekalah yang pertama kali beriman kepada Tuhan yang disembah Musa, dari sekian banyak orang yang turut menyaksikan adu kekuatan itu.

Isi Kandungan Kosakata

Talqafu mā Ya’fikūn تَلْقَفُ مَا يَأْفِكُوْنَ (asy-Syu’arā’/26: 45)

Talqafu terambil dari kata al-laqf yang berarti mengambil dengan cepat atau menelan. Adapun al-ifk adalah memalingkan sesuatu yang diyakini benar kepada yang batil, dari omongan yang benar kepada kebohongan, dan dari sesuatu yang baik kepada yang jelek. Ayat ini menjelaskan bagaimana tongkat Nabi Musa yang dengan seizin Allah berubah menjadi ular dan menelan ular-ular para tukang sihir Fir‘aun yang mereka sangka ular-ular sungguhan. Padahal, semua itu hanya tali-tali yang berubah dalam pandangan mereka akibat pengaruh sihir sehingga seolah-olah menjadi ular sungguhan. Kata ini disebutkan dua kali pada surah ini dan pada Surah al-A‘rāf/7: 117.

Penelusuran

  • Pos
  • Akun
  • Baru
  • Film
  • Musik
  • Berita
  • KBBI
  • Kripto