Geligi Animasi
Geligi Semua Satu Platform
Ayat 129 - Surat Asy-Syu‘arā' (Para Penyair)
الشّعراۤء
Ayat 129 / 227 •  Surat 26 / 114 •  Halaman 372 •  Quarter Hizb 38 •  Juz 19 •  Manzil 5 • Makkiyah

وَتَتَّخِذُوْنَ مَصَانِعَ لَعَلَّكُمْ تَخْلُدُوْنَۚ

Wa tattakhiżūna maṣāni‘a la‘allakum takhludūn(a).

Kamu (juga) membuat benteng-benteng dengan harapan hidup kekal?

Makna Surat Asy-Syu‘ara' Ayat 129
Isi Kandungan oleh Tafsir Wajiz

Dan kamu membuat benteng-benteng yang kokoh dan kuat, atau penampungan-penampungan air yang besar dengan maksud supaya kamu kekal di dunia?

Isi Kandungan oleh Tafsir Tahlili

Ayat ini menerangkan peringatan Hud kepada kaumnya yang membangun istana dan benteng-benteng yang kukuh dengan maksud ingin hidup abadi di dunia, padahal sesungguhnya hanya Allah Yang Mahakuasa.

Sejarah membuktikan bahwa ‘Ād telah mampu membangun perusahaan-perusahaan, menggali logam dalam bumi, dan membuat kanal-kanal untuk irigasi yang teratur. Dengan adanya irigasi yang teratur itu, bumi mereka menjadi subur sehingga kemakmuran mereka semakin meningkat. Mereka mendirikan kota Iram dengan tiang yang tinggi dan megah sebagai ibu kota kerajaan mereka. Pendirinya bernama Syaddad bin ‘Ād, salah seorang raja mereka. Di sekeliling kota ini, mereka dirikan benteng-benteng yang kuat untuk mempertahankannya dari serangan musuh.

Kemakmuran dan kekuatan yang mereka miliki itu membuat mereka menjadi sombong dan takabur. Mereka mengira bahwa keadaan mereka yang demikian itu akan kekal selama-lamanya. Mereka membangkang kepada Allah dengan menyembah berhala dan berbuat semena-mena. Allah berfirman:

فَاَمَّا عَادٌ فَاسْتَكْبَرُو ْا فِى الْاَرْضِ بِغَيْرِ الْحَقِّ وَقَالُوْا مَنْ اَشَدُّ مِنَّا قُوَّةً ۗ اَوَلَمْ يَرَوْا اَنَّ اللّٰهَ الَّذِيْ خَلَقَهُمْ هُوَ اَشَدُّ مِنْهُمْ قُوَّةً ۗ وَكَانُوْا بِاٰيٰتِنَا يَجْحَدُوْنَ ١٥

Maka adapun kaum ‘Ad, mereka menyombongkan diri di bumi tanpa (mengindahkan) kebenaran dan mereka berkata, “Siapakah yang lebih hebat kekuatannya dari kami?” Tidakkah mereka memperhatikan bahwa sesungguhnya Allah yang menciptakan mereka. Dia lebih hebat kekuatan-Nya dari mereka? Dan mereka telah mengingkari tanda-tanda (kebesaran) Kami. (Fuṣṣilat/41: 15).

Isi Kandungan Kosakata

1. Rī’in رِيْعٍ (asy-Syu’arā’/26: 128)

Kata rī’in, dalam qira’at ‘Āṣim al-Jahdarī, dibaca rai’in dengan fatḥah huruf ra’. Rī’in artinya kawasan dataran tinggi, kebalikan dari dataran rendah. Kata āyah dalam firman Allah ini bisa berarti bangunan megah yang memperoleh kemasyhuran sebagai tanda kebesaran. Umumnya orang kaya memilih dan menetapkan kawasan dataran tinggi sebagai kapling tempat membangun rumahnya yang megah untuk menunjukkan dan membanggakan kekayaan. Kebiasaan seperti itulah yang kemudian diangkat menjadi pertanyaan dalam ayat ini, pertanyaan yang terkait dengan suatu realitas sebenarnya.

2. Baṭasytum بَطَشْتُمْ (asy-Syu’arā’/26: 130)

Kata ini merupakan fi’il māḍī (kata kerja lampau), baṭasya-yabṭisyu- baṭsy(an). Dengan berbagai derivasinya disebutkan tidak kurang dari 11 kali dalam Al-Qur’an. Pengertiannya berbeda, tergantung siyāq al-kalām (alur pembicaraan) atau qarīnah (indikator)nya. Dalam ayat ini, baṭasytum berarti berjalan, menyerbu, menyiksa. Penyebutannya di sini memperlihatkan ucapan Nabi Hud kepada kaumnya (kaum ‘Ad) yang memiliki kekuatan fisik, apabila melakukan penyerbuan, mereka melakukannya dengan dahsyat dan sewenang-wenang. Kalau melakukan penyiksaan, mereka melakukannya dengan amat biadab dan angkuh.

Penelusuran

  • Pos
  • Akun
  • Baru
  • Film
  • Musik
  • Berita
  • KBBI
  • Kripto