Geligi Animasi
Geligi Semua Satu Platform
Ayat 3 - Surat Asy-Syu‘arā' (Para Penyair)
الشّعراۤء
Ayat 3 / 227 •  Surat 26 / 114 •  Halaman 367 •  Quarter Hizb 37.5 •  Juz 19 •  Manzil 5 • Makkiyah

لَعَلَّكَ بَاخِعٌ نَّفْسَكَ اَلَّا يَكُوْنُوْا مُؤْمِنِيْنَ

La‘allaka bākhi‘un nafsaka allā yakūnū mu'minīn(a).

Boleh jadi engkau (Nabi Muhammad) akan membinasakan dirimu (dengan kesedihan) karena mereka (penduduk Makkah) tidak beriman.

Makna Surat Asy-Syu‘ara' Ayat 3
Isi Kandungan oleh Tafsir Wajiz

Boleh jadi engkau, wahai Rasul, akan membinasakan dirimu dengan kesedihan yang mendalam karena mereka penduduk Mekah itu tidak mau beriman denganmu, padahal kamu sangat menginginkan mereka untuk beriman.

Isi Kandungan oleh Tafsir Tahlili

Nabi Muhammad adalah seorang yang cinta kepada kaumnya dan selalu mengharapkan supaya mereka beriman semuanya. Dia yakin dengan memeluk Islam, mereka pasti akan bahagia dan selamat dari malapetaka yang biasa diturunkan Allah kepada orang-orang yang kafir dahulu. Hampir saja beliau berputus asa karena setelah sekian lama beliau menyeru mereka dengan mengemukakan alasan-alasan dan hujah-hujah yang kuat yang tidak bisa dibantah, mereka tetap membangkang dan menghinakannya. Sungguh amat tragis dan menyedihkan sekali bagi seorang pemuka agama yang cinta kepada umatnya dan berusaha untuk keselamatan dan kebahagiaan mereka, tetapi selalu dicemoohkan oleh kaumnya.

Pada ayat ini, Allah menegur Nabi Muhammad yang sedang berada dalam puncak kesedihan dan duka-cita dengan mengatakan apakah Nabi akan membinasakan diri hanya karena kaumnya tidak mau menerima petunjuk dan ajaran yang benar? Seakan-akan Allah memberikan teguran kepadanya, mengapa Nabi terlalu berharap agar kaumnya beriman semua-nya? Padahal kewajibannya yang utama hanyalah menyampaikan risalah Allah sebagai tersebut dalam firman-Nya:

فَهَلْ عَلَى الرُّسُلِ اِلَّا الْبَلٰغُ الْمُبِيْنُ

Buka nkah kewajiban para rasul hanya menyampaikan (amanat Allah) dengan jelas. (an-Naḥl/16: 35)

Sebenarnya dengan teguran ini Allah melarangnya berbuat demikian seperti tersebut dalam firman-Nya pada surah yang lain:

فَاِنَّ اللّٰهَ يُضِلُّ مَنْ يَّشَاۤءُ وَيَهْدِيْ مَنْ يَّشَاۤءُۖ فَلَا تَذْهَبْ نَفْسُكَ عَلَيْهِمْ حَسَرٰتٍۗ اِنَّ اللّٰهَ عَلِيْمٌ ۢبِمَا يَصْنَعُوْنَ ٨

Sesungguhnya Allah menyesatkan siapa yang Dia kehendaki dan memberi petunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki. Maka jangan engkau (Muhammad) biarkan dirimu binasa karena kesedihan terhadap mereka. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat. (Fāṭir/35: 8)

Isi Kandungan Kosakata

Bākhi’ بَاخِعٌ (asy-Syu’arā’/26: 3)

Berasal dari kata kerja bakha’a yang berarti menyembelih. Kata ini terambil dari kata bukha’ yaitu urat nadi yang terdapat di bagian belakang binatang. Jika urat nadi ini dipotong, maka nyawa terpisah dari badan. Kata ini menggambarkan kesedihan yang luar biasa hingga bisa menyebabkan kematian.

Dalam ayat ini, Allah menjelaskan bagaimana keadaan Nabi yang sangat sedih karena orang-orang musyrik Mekkah tidak mau beriman kepada ajarannya. Rasul berkeinginan agar semua orang menyambut ajakannya karena cintanya kepada manusia dan kasih sayangnya kepada mereka, sehingga seolah-olah beliau ingin membinasakan diri sendiri melihat penolakan mereka. Kata bākhi’ disebutkan dalam Al-Qur’an dua kali, pada ayat ini dan pada Surah al-Kahf/18: 6.

Penelusuran

  • Pos
  • Akun
  • Baru
  • Film
  • Musik
  • Berita
  • KBBI
  • Kripto