Geligi Animasi
Geligi Semua Satu Platform
Ayat 211 - Surat Asy-Syu‘arā' (Para Penyair)
الشّعراۤء
Ayat 211 / 227 •  Surat 26 / 114 •  Halaman 376 •  Quarter Hizb 38.25 •  Juz 19 •  Manzil 5 • Makkiyah

وَمَا يَنْۢبَغِيْ لَهُمْ وَمَا يَسْتَطِيْعُوْنَ ۗ

Wa mā yambagī lahum wa mā yastaṭī‘ūn(a).

Tidaklah pantas bagi mereka (membawa turun Al-Qur’an itu) dan mereka pun tidak akan sanggup.

Makna Surat Asy-Syu‘ara' Ayat 211
Isi Kandungan oleh Tafsir Wajiz

Dan tidaklah pantas bagi mereka Al-Qur’an itu karena hal-hal yang disebutkan di atas dan mereka pun tidak akan sanggup melakukan hal itu, karena Al-Qur’an mempunyai banyak keistimewaan, baik dari segi redaksi maupun isinya, yang tidak akan bisa tertandingi oleh siapa pun (Lihat: Surah al-Isra/17: 88).

Isi Kandungan oleh Tafsir Tahlili

Ayat ini membantah tuduhan-tuduhan orang-orang musyrik Mekah yang mengatakan bahwa Nabi Muhammad adalah seorang tukang sihir dan tukang ramal. Allah mengatakan bahwa Al-Qur’an bukanlah ramalan atau sihir yang berasal dari setan yang menerima dan mendengar ucapan malaikat ketika sedang menyampaikan wahyu Allah kepada Rasulullah.

Ada tiga hal yang menunjukkan bahwa Al-Qur’an bukan berasal dari setan, yaitu:

1. Isi Al-Qur’an bertentangan dengan kehendak setan. Kalau setan berusaha agar manusia mengerjakan perbuatan-perbuatan yang akan menjauhkan mereka dari petunjuk Allah, adapun Al-Qur’an memerintahkan manusia mengerjakan perbuatan yang makruf dan mencegah yang mungkar.

2. Setan sendiri tidak mau menerima Al-Qur’an, apalagi menyampaikannya kepada orang lain.

3. Setan dijauhkan dari mendengar Al-Qur’an yang disampaikan Malaikat Jibril kepada Muhammad, atau mendengarkan Al-Qur’an yang sedang dibaca hamba Allah karena Al-Qur’an dijaga Allah dari setan.

Isi Kandungan Kosakata

Lama’zūlūn لَمَعْزُوْلُوْ نَ (asy-Syu’arā’/26: 212)

Kata ma’zūlūn adalah isim maf’ūl yang berarti dijauhkan, diambil dari fi’il ‘azala-ya’zilu-’azlan yang berarti memisahkan. Lam adalah ḥarf taukīd, sehingga makna lama’zūlūn adalah benar-benar dijauhkan atau dipisahkan. Maksud kata lama’zūlūn dalam Surah asy-Syu’arā’/26: 212 di atas adalah bahwa setan berbentuk manusia atau jin dijauhkan dari ikut campur tangan terhadap Al-Qur’an karena adanya pemeliharaan dari Allah. Dengan demikian, Al-Qur’an tidak tersentuh oleh kesesatan dan kesalahan, atau campur tangan setan dan manusia.

Penelusuran

  • Pos
  • Akun
  • Baru
  • Film
  • Musik
  • Berita
  • KBBI
  • Kripto