Geligi Animasi
Geligi Semua Satu Platform
Ayat 212 - Surat Asy-Syu‘arā' (Para Penyair)
الشّعراۤء
Ayat 212 / 227 •  Surat 26 / 114 •  Halaman 376 •  Quarter Hizb 38.25 •  Juz 19 •  Manzil 5 • Makkiyah

اِنَّهُمْ عَنِ السَّمْعِ لَمَعْزُوْلُوْنَ ۗ

Innahum ‘anis-sam‘i lama‘zūlūn(a).

Sesungguhnya mereka (setan-setan) benar-benar dijauhkan (dari berita langit).

Makna Surat Asy-Syu‘ara' Ayat 212
Isi Kandungan oleh Tafsir Wajiz

Di samping alasan di atas, Allah telah menjaga kesucian Al-Qur’an. Sesungguhnya untuk mendengarkannya pun mereka dijauhkan karena jalan-jalan di langit yang biasa mereka lalui untuk menyadap kabar-kabar langit telah disterilkan dari lalu lalang mereka (Lihat: Surah Jin/72:8-9) sehingga Al-Qur’an bisa sampai kepada nabi secara utuh.

Isi Kandungan oleh Tafsir Tahlili

Ayat ini membantah tuduhan-tuduhan orang-orang musyrik Mekah yang mengatakan bahwa Nabi Muhammad adalah seorang tukang sihir dan tukang ramal. Allah mengatakan bahwa Al-Qur’an bukanlah ramalan atau sihir yang berasal dari setan yang menerima dan mendengar ucapan malaikat ketika sedang menyampaikan wahyu Allah kepada Rasulullah.

Ada tiga hal yang menunjukkan bahwa Al-Qur’an bukan berasal dari setan, yaitu:

1. Isi Al-Qur’an bertentangan dengan kehendak setan. Kalau setan berusaha agar manusia mengerjakan perbuatan-perbuatan yang akan menjauhkan mereka dari petunjuk Allah, adapun Al-Qur’an memerintahkan manusia mengerjakan perbuatan yang makruf dan mencegah yang mungkar.

2. Setan sendiri tidak mau menerima Al-Qur’an, apalagi menyampaikannya kepada orang lain.

3. Setan dijauhkan dari mendengar Al-Qur’an yang disampaikan Malaikat Jibril kepada Muhammad, atau mendengarkan Al-Qur’an yang sedang dibaca hamba Allah karena Al-Qur’an dijaga Allah dari setan.

Isi Kandungan Kosakata

Lama’zūlūn لَمَعْزُوْلُوْ نَ (asy-Syu’arā’/26: 212)

Kata ma’zūlūn adalah isim maf’ūl yang berarti dijauhkan, diambil dari fi’il ‘azala-ya’zilu-’azlan yang berarti memisahkan. Lam adalah ḥarf taukīd, sehingga makna lama’zūlūn adalah benar-benar dijauhkan atau dipisahkan. Maksud kata lama’zūlūn dalam Surah asy-Syu’arā’/26: 212 di atas adalah bahwa setan berbentuk manusia atau jin dijauhkan dari ikut campur tangan terhadap Al-Qur’an karena adanya pemeliharaan dari Allah. Dengan demikian, Al-Qur’an tidak tersentuh oleh kesesatan dan kesalahan, atau campur tangan setan dan manusia.

Penelusuran

  • Pos
  • Akun
  • Baru
  • Film
  • Musik
  • Berita
  • KBBI
  • Kripto