وَجُنُوْدُ اِبْلِيْسَ اَجْمَعُوْنَ ۗ
Wa junūdu iblīsa ajma‘ūn(a).
(Begitu pula) bala tentara Iblis (dan) semuanya (dijungkirbalikkan).
Dan juga bala tentara Iblis semuanya. Iblis sebagai penggoda, manusia kafir yang tergoda, dan berhala-berhala yang dijadikan sesembahan, semuanya akan masuk neraka. Semuanya adalah simbol-simbol pengingkaran terhadap Allah. Pada saat mereka di neraka, terjadilah aksi saling menghujat di antara Iblis dan pengikutnya.
Kemudian orang-orang yang sesat dan telah ditetapkan sebagai penghuni neraka dijungkirkan bersama-sama pimpinan mereka dan tentara iblis seluruhnya. Tentara iblis dalam ayat ini dimaksudkan ialah orang-orang yang suka mengikuti perbuatan maksiat. Baik mereka yang mengikuti atau pemimpin yang diikuti sama-sama dilemparkan ke dalamnya.
Kubkibū كُبْكِبُوْا (asy-Syu’arā’/26: 94)
Kata ini disebut hanya sekali dalam Al-Qur’an. Asalnya adalah kubkiba. Pada kata ini berkumpul tiga huruf ba’. Ba’ yang di tengah digantikan huruf kaf, menjadi kubkibu, yang artinya “mereka dilemparkan”. Menurut as-Suddī, dalam hal ini yang dilemparkan ke dalam neraka adalah al-musyrikūn (orang-orang musyrik). Mufassir lain berpendapat bahwa yang dilemparkan adalah benda-benda sembahan orang musyrik waktu mereka menyekutukan Allah di dunia. Mereka itu dilemparkan ke dalam neraka sebagai bahan bakarnya bersama-sama dengan manusia yang menyembahnya.



























