قَالُوْا وَهُمْ فِيْهَا يَخْتَصِمُوْنَ
Qālū wa hum fīhā yakhtaṣimūn(a).
Mereka (orang-orang sesat) berkata sambil bertengkar di dalamnya (neraka),
Mereka para penghuni neraka itu berkata sambil bertengkar di dalamnya. Penghuni neraka mengakui atas kesesatannya.
Dalam neraka, para pemimpin yang menyesatkan dan para pengikutnya saling menyalahkan. Mereka saling mempertanyakan siapa yang telah membawa mereka melakukan kejahatan sehingga masuk neraka.
Kubkibū كُبْكِبُوْا (asy-Syu’arā’/26: 94)
Kata ini disebut hanya sekali dalam Al-Qur’an. Asalnya adalah kubkiba. Pada kata ini berkumpul tiga huruf ba’. Ba’ yang di tengah digantikan huruf kaf, menjadi kubkibu, yang artinya “mereka dilemparkan”. Menurut as-Suddī, dalam hal ini yang dilemparkan ke dalam neraka adalah al-musyrikūn (orang-orang musyrik). Mufassir lain berpendapat bahwa yang dilemparkan adalah benda-benda sembahan orang musyrik waktu mereka menyekutukan Allah di dunia. Mereka itu dilemparkan ke dalam neraka sebagai bahan bakarnya bersama-sama dengan manusia yang menyembahnya.






























