Geligi Animasi
Geligi Semua Satu Platform
Ayat 5 - Surat Asy-Syūrā (Musyawarah)
الشّورٰى
Ayat 5 / 53 •  Surat 42 / 114 •  Halaman 483 •  Quarter Hizb 49 •  Juz 25 •  Manzil 6 • Makkiyah

تَكَادُ السَّمٰوٰتُ يَتَفَطَّرْنَ مِنْ فَوْقِهِنَّ وَالْمَلٰۤىِٕكَةُ يُسَبِّحُوْنَ بِحَمْدِ رَبِّهِمْ وَيَسْتَغْفِرُوْنَ لِمَنْ فِى الْاَرْضِۗ اَلَآ اِنَّ اللّٰهَ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ

Takādus-samāwātu yatafaṭṭarna min fauqihinna wal-malā'ikatu yusabbiḥūna biḥamdi rabbihim wa yastagfirūna liman fil-arḍ(i), alā innallāha huwal-gafūrur-raḥīm(u).

(Karena keagungan-Nya,) hampir saja langit itu pecah dari sebelah atasnya dan malaikat-malaikat bertasbih dengan memuji Tuhannya serta memohonkan ampunan untuk orang yang ada di bumi. Ingatlah, sesungguhnya Allahlah Zat Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

Makna Surat Asy-Syura Ayat 5
Isi Kandungan oleh Tafsir Wajiz

Hampir saja Langit-langit yang menjadi milik-Nya itu, yang telah diciptakan-Nya dengan sangat kuat dan kukuh, pecah dari sebelah atas-nya karena kebesaran dan keagungan Allah. Dan malaikat-malaikat di mana pun berada selalu bertasbih menyucikan-Nya dari segala kekurangan dengan memuji keagungan dan kebesaran Tuhan-nya dan memohonkan ampunan untuk orang-orang beriman yang ada di bumi atas dosa-dosa mereka. Ingatlah, sesungguhnya Allah Dialah Yang Maha Pengampun dengan mengampuni dosa hamba-hamba-Nya, Maha Penyayang dengan memberikan rahmat-Nya kepada mereka.

Isi Kandungan oleh Tafsir Tahlili

Dalam ayat ini Allah menerangkan bahwa karena kemahabesaran dan kemahatinggian serta kehebatan-Nya, hampir saja langit retak, pecah berantakan, dan berguguran. Para malaikat senantiasa bertasbih menyucikan Allah dari segala sifat kekurangan, memuji dan mensyukuri-Nya atas segala nikmat yang telah diberikan kepada mereka, taat dan patuh kepada perintah-Nya, tak pernah berbuat maksiat dan durhaka kepada-Nya, sebagaimana firman Allah:

يُسَبِّحُو ْنَ الَّيْلَ وَالنَّهَارَ لَا يَفْتُرُوْنَ ٢٠

Mereka (malaikat-malaikat) bertasbih tidak henti-hentinya malam dan siang. (al-Anbiyā'/21: 20)

Dan firman-Nya:

لَّا يَعْصُوْنَ اللّٰهَ مَآ اَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُوْنَ مَا يُؤْمَرُوْنَ

Me reka tidak durhaka kepada Allah terhadap apa yang Dia perintahkan kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan. (at-Taḥrīm/66: 6)

Para malaikat juga selalu memohon kepada Allah agar mengampuni dosa orang-orang yang beriman di bumi ini, dan mengilhami mereka, sehingga mereka senantiasa menempuh jalan kebaikan yang membawa kebahagiaan.

Malaikat itu diumpamakan laksana cahaya yang memberi kehidupan dengan panas yang ada padanya, dan memberi petunjuk dengan cahayanya.

Sejalan dengan apa yang tersebut di atas, Allah berfirman pula:

اَلَّذِيْن يَحْمِلُوْنَ الْعَرْشَ وَمَنْ حَوْلَهٗ يُسَبِّحُوْنَ بِحَمْدِ رَبِّهِمْ وَيُؤْمِنُوْنَ بِهٖ وَيَسْتَغْفِرُ وْنَ لِلَّذِيْنَ اٰمَنُوْاۚ رَبَّنَا وَسِعْتَ كُلَّ شَيْءٍ رَّحْمَةً وَّعِلْمًا فَاغْفِرْ لِلَّذِيْنَ تَابُوْا وَاتَّبَعُوْا سَبِيْلَكَ وَقِهِمْ عَذَابَ الْجَحِيْمِ ٧

(Malaikat-malaikat) yang memikul ‘Arsy dan (malaikat) yang berada di sekelilingnya bertasbih dengan memuji Tuhannya dan mereka beriman kepada-Nya serta memohonkan ampunan untuk orang-orang yang beriman (seraya berkata), “Ya Tuhan kami, rahmat dan ilmu yang ada pada-Mu meliputi segala sesuatu, maka berilah ampunan kepada orang-orang yang bertobat dan mengikuti jalan (agama)-Mu dan peliharalah mereka dari azab neraka yang menyala-nyala. (Gāfir/40: 7)

Ayat kelima ini menegaskan bahwa Allah Maha Pengampun, mengampuni dosa setiap orang yang kembali dan tobat kepada-Nya dengan tobat nasuha. Setiap makhluk berhak memperoleh rahmat dan kasih sayang-Nya daripada-Nya. Ditunda dan ditangguhkannya azab dan siksaan terhadap orang-orang kafir dan orang-orang yang durhaka, adalah suatu rahmat dan tanda kasih sayang-Nya terhadap mereka.

Isi Kandungan Kosakata

Yatafaṭṭarna يَتَفَطَّرْنَ (asy-Syūrā/42: 5)

Kata yatafaṭṭarna yang dinisbatkan kepada langit disebutkan dua kali dalam Al-Qur’an, yaitu dalam Surah Maryam/19: 90 dan dalam Surah asy-Syūrā, ayat ini. Ini berhubungan dengan Surah al-Infiṭār/ 82: 1, yang di sana disebut kata infaṭarat. Infaṭarat dalam Surah al-Infiṭār ayat 1 artinya terbelah. Ayat iżas-samā'un- faṭarat artinya “Apabila langit terbelah.” Kata yatafaṭṭarna dalam dua surah di atas artinya “pecah,” yang tidak berbeda dari “keterbelahannya.” Pecah atau keterbelahan langit itu terkait dengan gerak perubahan yang melekat pada setiap alam ciptaan Tuhan, sebab hanya Tuhan Maha Pencipta alamlah yang tidak terkena sifat perubahan. Setiap alam berubah; setiap yang berubah berarti baru. Kesimpulannya, setiap alam pasti baru. Maka langit hampir saja pecah atau terbelah merupakan ungkapan yang wajar saja. Tentang apa dan bagaimana hakikatnya, wallahu a‘lam biṣ-ṣawāb.

Penelusuran

  • Pos
  • Akun
  • Baru
  • Film
  • Musik
  • Berita
  • KBBI
  • Kripto