Geligi Animasi
Geligi Semua Satu Platform
Ayat 6 - Surat Asy-Syūrā (Musyawarah)
الشّورٰى
Ayat 6 / 53 •  Surat 42 / 114 •  Halaman 483 •  Quarter Hizb 49 •  Juz 25 •  Manzil 6 • Makkiyah

وَالَّذِيْنَ اتَّخَذُوْا مِنْ دُوْنِهٖٓ اَوْلِيَاۤءَ اللّٰهُ حَفِيْظٌ عَلَيْهِمْۖ وَمَآ اَنْتَ عَلَيْهِمْ بِوَكِيْلٍ

Wal-lażīnattakhażū min dūnihī auliyā'allāhu ḥafīẓun ‘alaihim, wa mā anta ‘alaihim biwakīl(in).

Orang-orang yang mengambil pelindung-pelindung selain-Nya, Allah mengawasi (perbuatan) mereka, sedangkan engkau (Nabi Muhammad) bukanlah penanggung jawab mereka.

Makna Surat Asy-Syura Ayat 6
Isi Kandungan oleh Tafsir Wajiz

Dan orang-orang yang menentang tuntunan-Nya dan menyekutukan-Nya dengan mengambil pelindung-pelindung dan menyembah sesuatu selain Allah, Allah mengawasi dan memperhatikan segala amal dan perbuatan mereka. Adapun engkau, wahai Muhammad, bukanlah orang yang diserahi tanggung jawab untuk mengawasi mereka dan tidak pula mempertanggungjawabkan amal mereka. Tugas engkau hanya menyampaikan kebenaran kepada mereka.

Isi Kandungan oleh Tafsir Tahlili

Dalam ayat ini Allah menerangkan bahwa orang-orang yang menyekutukan Allah dan mengambil pelindung-pelindung selain Dia, Allah sendirilah yang mengawasi perbuatan mereka, dan Dia pulalah yang akan memberi balasan yang setimpal di akhirat nanti atas segala perbuatan mereka di dunia. Muhammad saw tidak dibebani dan tidak ditugasi mengawasi perbuatan mereka. Ia hanya ditugasi menyampaikan apa yang diperintahkan Allah kepadanya, sebagaimana firman-Nya:

فَاِنَّ َا عَلَيْكَ الْبَلٰغُ وَعَلَيْنَا الْحِسَابُ

Maka sesungguhnya tugasmu hanya menyampaikan saja, dan Kamilah yang memperhitungkan (amal mereka). (ar-Ra‘d/13: 40)

Oleh karena itu, Nabi Muhammad saw tidak perlu gusar dan merasa sesak dada kalau orang kafir masih tetap ingkar dan tidak mau beriman, karena bagaimanapun juga dia tidak memaksa mereka untuk beriman dan memperoleh hidayah, kecuali hal itu dikehendaki Allah, sebagaimana firman-Nya:

لَيْسَ عَلَيْكَ هُدٰىهُمْ وَلٰكِنَّ اللّٰهَ يَهْدِيْ مَنْ يَّشَاۤءُ

Bukanlah kewajibanmu (Muhammad) menjadikan mereka mendapat petunjuk, tetapi Allah-lah yang memberi petunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki. (al-Baqarah/2: 272)

Isi Kandungan Kosakata

Yatafaṭṭarna يَتَفَطَّرْنَ (asy-Syūrā/42: 5)

Kata yatafaṭṭarna yang dinisbatkan kepada langit disebutkan dua kali dalam Al-Qur’an, yaitu dalam Surah Maryam/19: 90 dan dalam Surah asy-Syūrā, ayat ini. Ini berhubungan dengan Surah al-Infiṭār/ 82: 1, yang di sana disebut kata infaṭarat. Infaṭarat dalam Surah al-Infiṭār ayat 1 artinya terbelah. Ayat iżas-samā'un- faṭarat artinya “Apabila langit terbelah.” Kata yatafaṭṭarna dalam dua surah di atas artinya “pecah,” yang tidak berbeda dari “keterbelahannya.” Pecah atau keterbelahan langit itu terkait dengan gerak perubahan yang melekat pada setiap alam ciptaan Tuhan, sebab hanya Tuhan Maha Pencipta alamlah yang tidak terkena sifat perubahan. Setiap alam berubah; setiap yang berubah berarti baru. Kesimpulannya, setiap alam pasti baru. Maka langit hampir saja pecah atau terbelah merupakan ungkapan yang wajar saja. Tentang apa dan bagaimana hakikatnya, wallahu a‘lam biṣ-ṣawāb.

Penelusuran

  • Pos
  • Akun
  • Baru
  • Film
  • Musik
  • Berita
  • KBBI
  • Kripto