Geligi Animasi
Geligi Semua Satu Platform
Ayat 3 - Surat Asy-Syūrā (Musyawarah)
الشّورٰى
Ayat 3 / 53 •  Surat 42 / 114 •  Halaman 483 •  Quarter Hizb 49 •  Juz 25 •  Manzil 6 • Makkiyah

كَذٰلِكَ يُوْحِيْٓ اِلَيْكَ وَاِلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكَۙ اللّٰهُ الْعَزِيْزُ الْحَكِيْمُ

Każālika yūḥī ilaika wa ilal-lażīna min qablik(a), allāhul-‘azīzul-ḥakīm(u).

Demikianlah Allah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana menurunkan wahyu kepadamu (Nabi Muhammad) dan kepada orang-orang sebelummu.

Makna Surat Asy-Syura Ayat 3
Isi Kandungan oleh Tafsir Wajiz

Demikianlah Allah Yang Mahaperkasa dalam menyampaikan kehendak-Nya, dan Mahabijaksana dalam keputusan-Nya, mewahyukan pesan-pesan-Nya kepadamu, wahai Nabi Muhammad, dan kepada orang-orang, yakni para rasul, yang diutus sebelummu.

Isi Kandungan oleh Tafsir Tahlili

Pada ayat ini Allah Yang Mahaperkasa lagi Mahabijaksana menjelaskan bahwa apa yang diwahyukan kepada Nabi Muhammad saw antara lain agar ia berdakwah mengenai tauhid, mengesakan Allah, juga mengenai kenabian, beriman kepada hari akhir, memperbaiki diri dengan akhlāqul-karīmah dan menjauh dari hal-hal yang rendah dan hina, beramal untuk kebahagiaan pribadi dan masyarakat. Hal ini telah diwahyukan pula kepada nabi-nabi sebelumnya. Firman Allah:

وَمَآ اَرْسَلْنَا مِنْ قَبْلِكَ مِنْ رَّسُوْلٍ اِلَّا نُوْحِيْٓ اِلَيْهِ اَنَّهٗ لَآ اِلٰهَ اِلَّآ اَنَا۠ فَاعْبُدُوْنِ ٢٥

Dan Kami tidak mengutus seorang rasul pun sebelum engkau (Muhammad), melainkan Kami wahyukan kepadanya, bahwa tidak ada tuhan (yang berhak disembah) selain Aku, maka sembahlah Aku. (al-Anbiyā'/21: 25)

Dalam ayat lain Allah berfirman:

اِنَّآ اَوْحَيْنَآ اِلَيْكَ كَمَآ اَوْحَيْنَآ اِلٰى نُوْحٍ وَّالنَّبِيّٖن َ مِنْۢ بَعْدِهٖۚ وَاَوْحَيْنَآ اِلٰٓى اِبْرٰهِيْمَ وَاِسْمٰعِيْلَ وَاِسْحٰقَ وَيَعْقُوْبَ وَالْاَسْبَاطِ وَعِيْسٰى وَاَيُّوْبَ وَيُوْنُسَ وَهٰرُوْنَ وَسُلَيْمٰنَ ۚوَاٰتَيْنَا دَاوٗدَ زَبُوْرًاۚ ١٦٣

Sesungguhnya Kami mewahyukan kepadamu (Muhammad) sebagaimana Kami telah mewahyukan kepada Nuh dan nabi-nabi setelahnya, dan Kami telah mewahyukan (pula) kepada Ibrahim, Ismail, Ishak, Yakub dan anak cucunya; Isa, Ayyub, Yunus, Harun dan Sulaiman. Dan Kami telah memberikan Kitab Zabur kepada Daud. (an-Nisā’/4: 163)

Isi Kandungan Kosakata

Yatafaṭṭarna يَتَفَطَّرْنَ (asy-Syūrā/42: 5)

Kata yatafaṭṭarna yang dinisbatkan kepada langit disebutkan dua kali dalam Al-Qur’an, yaitu dalam Surah Maryam/19: 90 dan dalam Surah asy-Syūrā, ayat ini. Ini berhubungan dengan Surah al-Infiṭār/ 82: 1, yang di sana disebut kata infaṭarat. Infaṭarat dalam Surah al-Infiṭār ayat 1 artinya terbelah. Ayat iżas-samā'un- faṭarat artinya “Apabila langit terbelah.” Kata yatafaṭṭarna dalam dua surah di atas artinya “pecah,” yang tidak berbeda dari “keterbelahannya.” Pecah atau keterbelahan langit itu terkait dengan gerak perubahan yang melekat pada setiap alam ciptaan Tuhan, sebab hanya Tuhan Maha Pencipta alamlah yang tidak terkena sifat perubahan. Setiap alam berubah; setiap yang berubah berarti baru. Kesimpulannya, setiap alam pasti baru. Maka langit hampir saja pecah atau terbelah merupakan ungkapan yang wajar saja. Tentang apa dan bagaimana hakikatnya, wallahu a‘lam biṣ-ṣawāb.

Penelusuran

  • Pos
  • Akun
  • Baru
  • Film
  • Musik
  • Berita
  • KBBI
  • Kripto