حٰمۤ ۚ
Ḥā mīm.
Ḥā Mīm.
Hanya Allah yang lebih tahu tentang makna Ha Mim
Kedua ayat ini terdiri dari huruf-huruf hijaiah, sebagaimana terdapat pada permulaan beberapa Surah Al-Qur’an. Para ahli tafsir berbeda pendapat tentang maksud huruf-huruf itu. Selanjutnya dipersilahkan menelaah masalah ini pada jilid I, yaitu tafsir ayat pertama Surah al-Baqarah.
Yatafaṭṭarna يَتَفَطَّرْنَ (asy-Syūrā/42: 5)
Kata yatafaṭṭarna yang dinisbatkan kepada langit disebutkan dua kali dalam Al-Qur’an, yaitu dalam Surah Maryam/19: 90 dan dalam Surah asy-Syūrā, ayat ini. Ini berhubungan dengan Surah al-Infiṭār/ 82: 1, yang di sana disebut kata infaṭarat. Infaṭarat dalam Surah al-Infiṭār ayat 1 artinya terbelah. Ayat iżas-samā'un- faṭarat artinya “Apabila langit terbelah.” Kata yatafaṭṭarna dalam dua surah di atas artinya “pecah,” yang tidak berbeda dari “keterbelahannya.” Pecah atau keterbelahan langit itu terkait dengan gerak perubahan yang melekat pada setiap alam ciptaan Tuhan, sebab hanya Tuhan Maha Pencipta alamlah yang tidak terkena sifat perubahan. Setiap alam berubah; setiap yang berubah berarti baru. Kesimpulannya, setiap alam pasti baru. Maka langit hampir saja pecah atau terbelah merupakan ungkapan yang wajar saja. Tentang apa dan bagaimana hakikatnya, wallahu a‘lam biṣ-ṣawāb.

