Geligi Animasi
Geligi Semua Satu Platform
Ayat 17 - Surat Asy-Syūrā (Musyawarah)
الشّورٰى
Ayat 17 / 53 •  Surat 42 / 114 •  Halaman 485 •  Quarter Hizb 49.25 •  Juz 25 •  Manzil 6 • Makkiyah

اَللّٰهُ الَّذِيْٓ اَنْزَلَ الْكِتٰبَ بِالْحَقِّ وَالْمِيْزَانَ ۗوَمَا يُدْرِيْكَ لَعَلَّ السَّاعَةَ قَرِيْبٌ

Allāhul-lażī anzalal-kitāba bil-ḥaqqi wal-mīzān(a), wa mā yudrīka la‘allas-sā‘ata qarīb(un).

Allah yang menurunkan Kitab (Al-Qur’an) dengan benar dan (menurunkan) timbangan (keadilan). Tahukah kamu (bahwa) boleh jadi hari Kiamat itu sudah dekat?

Makna Surat Asy-Syura Ayat 17
Isi Kandungan oleh Tafsir Wajiz

Bantahan-bantahan yang dilakukan orang-orang kafir, seperti yang digambarkan di dalam ayat sebelumnya, didasarkan pada pemikiran mereka. Ayat ini menjelaskan bahwa ajaran Ilahi didasarkan pada kitab suci yang hak. Allah menegaskan bahwa Allah yang telah menurunkan Kitab suci Al-Qur’an kepada Nabi Muhammad, dan kitab-kitab suci yang lain kepada para rasul sebelum beliau dengan membawa kebenaran yang bersumber dari Yang Mahabenar dan kitab suci itu juga menjadi neraca keadilan untuk menetapkan hukum di antara manusia. Dan tahukah kamu, wahai manusia, tentang waktu kedatangan hari Kiamat, dan bersiap-siaplah untuk menghadapinya karena boleh jadi hari Kiamat itu sudah dekat waktu kedatangannya?

Isi Kandungan oleh Tafsir Tahlili

Dalam ayat ini Allah menerangkan bahwa Dia telah menurunkan kitab-kitab-Nya kepada para nabi-Nya, yang memuat kebenaran yang tak diragukan, jauh dari kebatilan, dan semuanya mengandung kebaikan. Dia memberikan perintah untuk berbuat adil dan menjadi acuan menentukan hukuman dalam mengadili orang-orang yang dituduh bersalah dan menghukum mereka dengan hukuman yang telah ditetapkan di dalam Kitab-Nya. Firman Allah:

لَقَدْ اَرْسَلْنَا رُسُلَنَا بِالْبَيِّنٰتِ وَاَنْزَلْنَا مَعَهُمُ الْكِتٰبَ وَالْمِيْزَانَ لِيَقُوْمَ النَّاسُ بِالْقِسْطِ

Sung guh, Kami telah mengutus rasul-rasul Kami dengan bukti-bukti yang nyata dan Kami turunkan bersama mereka kitab dan neraca (keadilan) agar manusia dapat berlaku adil. (al-Ḥadīd/57: 25)

Penutup ayat ini mendorong kita berbuat baik dan adil untuk kebahagiaan ukhrawi dan menjauhi godaan duniawi. Karena tidak diketahui kapan dunia ini kiamat, tentunya kita harus patuh dan taat mengikuti petunjuk Al-Qur’an, selalu berbuat adil di antara sesama manusia, mengamalkan apa-apa yang diperintahkan, selalu waspada terhadap kemungkinan panggilan Allah yang datang dengan tiba-tiba, dan tidak ada lagi kesempatan untuk berbuat baik. Jika hal itu terjadi, merugilah dia, dan di hari Kiamat nanti dia akan menyesal karena menyia-nyiakan kesempatan yang ada untuk beramal baik. Sabda Nabi saw:

قَالَ رَسُوْلُ اللّٰهِ صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَا مِنْ أَحَدٍ يَمُوْتُ اِلَّا نَدِمَ قَالُوْا وَمَا نَدَامَتُهُ يَارَسُوْلَ اللّٰهِ قَالَ اِنْ كَانَ مُحْسِنًا نَدِمَ أَنْ لَا يَكُوْنَ ازْدَادَ وَاِنْ كَانَ مُسِيْئاً نَدِمَ أَنْ لَا يَكُوْنَ نَزَعَ. (رواه الترمذي)

Rasulullah saw bersabda,“Tidak seorang pun yang meninggal dunia melainkan ia menyesal.”Para sahabat bertanya, “Apakah penyesalan mereka wahai Rasulullah?” Nabi menjawab,”Jika ia seorang yang berbuat baik maka ia menyesal karena kebaikannya tidak bertambah lagi. Jika ia seorang yang tidak baik maka ia menyesal karena tidak sempat melepaskan dirinya dari kejahatan itu.” (Riwayat at-Tirmiżī)

Isi Kandungan Kosakata

Al-Mīzān الْمِيْزَانُ (asy-Syūrā/42: 17)

Asal kata al-mīzān adalah al-waznu, artinya menilai atau menunjukkan berat dari suatu benda. Al-Mīzān pada mulanya dari sisi kebahasaan berarti timbangan atau alat untuk menimbang berat sesuatu, namun al-mīzān di sini diartikan sebagai sifat adil dan netral dalam perdebatan baik dalam persoalan agama maupun pemberian hak. Ada pula ulama yang memahami kata al-mīzān dalam arti nabi, karena nabi adalah tolok ukur keagamaan umatnya. Semakin sesuai pengamalan seseorang dengan pengamalan nabinya semakin benar pula pengamalan agamanya, demikian pula sebaliknya.

Penelusuran

  • Pos
  • Akun
  • Baru
  • Film
  • Musik
  • Berita
  • KBBI
  • Kripto