Geligi Animasi
Geligi Semua Satu Platform
Ayat 32 - Surat Asy-Syūrā (Musyawarah)
الشّورٰى
Ayat 32 / 53 •  Surat 42 / 114 •  Halaman 487 •  Quarter Hizb 49.5 •  Juz 25 •  Manzil 6 • Makkiyah

وَمِنْ اٰيٰتِهِ الْجَوَارِ فِى الْبَحْرِ كَالْاَعْلَامِ ۗ

Wa min āyātihil-jawāri fil-baḥri kal-a‘lām(i).

Di antara tanda-tanda (kebesaran)-Nya adalah kapal-kapal yang berlayar di laut seperti gunung-gunung.

Makna Surat Asy-Syura Ayat 32
Isi Kandungan oleh Tafsir Wajiz

Dan di antara tanda-tanda kebesaran dan kekuasaan-Nya ialah kapal-kapal yang beraneka macam yang berlayar di laut dengan aneka muatan dan penumpang di dalamnya, bagaikan gunung-gunung yang menjulang tinggi.

Isi Kandungan oleh Tafsir Tahlili

Pada ayat ini Allah menerangkan bahwa sebagian dari tanda-tanda kekuasaan, kebesaran dan keperkasaan-Nya ialah ditundukkan-Nya laut bagi manusia hingga kapal bisa berlayar di laut laksana gunung besar atau suatu perkampungan di atas air.

Ayat ini mengibaratkan kapal-kapal berlayar seperti gunung-gunung. Ayat ini mengisyaratkan pula, bahwa sesungguhnya gunung-gunung itu juga bergerak, sesuatu yang sulit dicerna bagi orang awam, namun sesuatu yang sudah diterima dalam ilmu geologi. Seperti sering dikatakan oleh para ahli geologi bahwa gunung-gunung sesungguhnya mengapung seperti laiknya kapal-kapal mengapung di samudra. Dalam ayat ini, Allah justru memperlihatkan bahwa kapal yang berlayar itu ibarat gunung, yang bagi orang awam tentu sulit memahaminya. Bagi orang awam gunung-gunung itu tampak diam. Gunung-gunung (dalam hal ini sebagai bagian kontinen/benua) pada kenyataannya memang mengapung di atas astenosfer dan bergerak seperti halnya kapal yang berlayar (lihat penjelasan pada Juz 20, an-Naml/27: 88). Seperti diketahui, baru pada dekade tahun 1960-an teori apungan benua, yang cikal bakalnya sudah dimulai pada awal abad ke-20, bersama teori pemekaran tengah samudra melandasi teori tektonik lempeng, ditemukan para ilmuwan.

Isi Kandungan Kosakata

Qanaṭū قَنَطُوْا (asy-Syūrā/42: 28)

Secara kebahasaan, qanaṭū yang berasal dari kata qanaṭa bermakna putus asa atau putus harapan. Dalam konteks ayat di atas, Allah swt menjelaskan bahwa ada sebagian manusia yang putus asa atau putus harapan karena hujan tidak turun. Namun setelah pupusnya harapan mereka, Allah swt lalu menurunkan hujan dan menyebarkan rahmat-Nya. Ini menunjukkan bahwa terkadang Allah swt tidak langsung memberikan rahmat-Nya sebelum Dia menguji hamba-Nya terlebih dahulu.

Penelusuran

  • Pos
  • Akun
  • Baru
  • Film
  • Musik
  • Berita
  • KBBI
  • Kripto