Geligi Animasi
Geligi Semua Satu Platform
Ayat 49 - Surat Asy-Syūrā (Musyawarah)
الشّورٰى
Ayat 49 / 53 •  Surat 42 / 114 •  Halaman 488 •  Quarter Hizb 49.5 •  Juz 25 •  Manzil 6 • Makkiyah

لِلّٰهِ مُلْكُ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۗ يَخْلُقُ مَا يَشَاۤءُ ۗيَهَبُ لِمَنْ يَّشَاۤءُ اِنَاثًا وَّيَهَبُ لِمَنْ يَّشَاۤءُ الذُّكُوْرَ ۙ

Lillāhi mulkus-samāwāti wal-arḍ(i), yakhluqu mā yasyā'(u), yahabu limay yasyā'u ināṡaw wa yahabu limay yasyā'uż-żukūr(a).

Milik Allahlah kerajaan langit dan bumi. Dia menciptakan apa yang Dia kehendaki, memberikan anak perempuan kepada siapa yang Dia kehendaki, memberikan anak laki-laki kepada siapa yang Dia kehendaki,

Makna Surat Asy-Syura Ayat 49
Isi Kandungan oleh Tafsir Wajiz

Hanya milik Allah-lah kewenangan untuk penciptaan dan pengaturan kerajaan langit dan bumi dengan kekuasaan-Nya. Dia menciptakan apa yang Dia kehendaki sesuai dengan kehendak-Nya, walaupun yang di ciptakannya itu enggan menerimanya, memberikan anak-anak ber jenis kelamin perempuan saja, tanpa anak laki-laki kepada siapa yang Dia kehendaki, dan memberikan anak-anak berjenis kelamin laki-laki saja, tanpa anak-anak perempuan kepada siapa yang Dia kehendaki. Demikianlah kekuasaan Allah kepada makhluk-Nya, tidak dapat mereka menolaknya.

Isi Kandungan oleh Tafsir Tahlili

Pada ayat ini Allah menerangkan bahwa Dia-lah yang menciptakan langit dan bumi, memiliki, berkuasa dan berbuat sekehendak-Nya terhadap apa yang ada di langit dan di bumi. Apa saja yang Dia kehendaki pasti terwujud dan menjadi kenyataan, dan apa yang tidak Dia kehendaki tidak terwujud. Dia memberikan nikmat kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Tidak seorang pun dapat menghalangi apa yang dikehendaki-Nya tidak seorang pun dapat memberikan nikmat kepada siapa yang tidak dikehendaki-Nya. Dia-lah yang menciptakan segala sesuatu menurut kehendak-Nya. Dia-lah yang memberikan keturunan anak perempuan kepada siapa yang dikehendaki-Nya, memberikan keturunan anak laki-laki kepada siapa yang dikehendaki-Nya, dan memberikan keturunan anak laki-laki dan perempuan, dan ada pula yang dijadikannya mandul, tidak memiliki keturunan, semua itu ada hikmahnya.

Semuanya itu menunjukkan ke-Mahakuasaan Allah yang tidak seorang pun dapat menentang-Nya. Dia berbuat sekehendak-Nya sesuai dengan kodrat-Nya dan tidak seorang pun yang sanggup merintangi-Nya atau turut membantu mengatur keinginan-Nya.

Ayat ini ditutup dengan satu ketegasan, bahwa Allah Maha Mengetahui siapa-siapa yang layak dan berhak dianugerahi tiap-tiap macam karunia tersebut di atas. Dia Mahakuasa menciptakan apa yang dikehendaki dan berbuat sekehendak-Nya menurut kebijaksanaan dan ilmu-Nya.

Isi Kandungan Kosakata

‘Aqīma عَقِيْماً (asy-Syūrā/42: 50)

‘Aqīma adalah kata sifat yang menyerupai isim fā‘il, seperti ḍa‘īf (lemah), qalīl (sedikit), ḍa'īl (rendah, hina).‘Aqīma berasal dari fi‘il ‘aqama/‘aqima-ya‘qimu- ‘uqman-‘aqaman artinya mandul atau tidak subur. Pada ayat 50 lafalnya ‘aqīman dalam posisi manṣūb karena berkedudukan sebagai maf‘ūl bih yaitu obyek. Pada ayat tersebut ‘aqīman menjadi maf‘ūl ṡāni (obyek kedua), sedangkan maf‘ūl awwal (obyek pertama) adalah man yaitu seseorang. Kalimat pada ayat tersebut yaitu: wayaj‘alu man yasyā'u ‘aqīman artinya: dan Dia (Allah) menjadikan seseorang yang dikehendaki menjadi mandul. Maksudnya yaitu Allah Mahakuasa menciptakan langit, bumi dan segala isinya, dan menjadikan manusia berpasang-pasangan ada laki-laki dan ada perempuan, tetapi Allah dapat juga menjadikan seseorang mejadi mandul, tidak punya anak dan keturunan.

Penelusuran

  • Pos
  • Akun
  • Baru
  • Film
  • Musik
  • Berita
  • KBBI
  • Kripto