Geligi Animasi
Geligi Semua Satu Platform
Ayat 11 - Surat At-Tagābun (Pengungkapan Kesalahan)
التّغابن
Ayat 11 / 18 •  Surat 64 / 114 •  Halaman 557 •  Quarter Hizb 56.25 •  Juz 28 •  Manzil 7 • Madaniyah

مَآ اَصَابَ مِنْ مُّصِيْبَةٍ اِلَّا بِاِذْنِ اللّٰهِ ۗوَمَنْ يُّؤْمِنْۢ بِاللّٰهِ يَهْدِ قَلْبَهٗ ۗوَاللّٰهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيْمٌ

Mā aṣāba mim muṣībatin illā bi'iżnillāh(i), wa may yu'mim billāhi yahdi qalbah(ū), wallāhu bikulli syai'in ‘alīm(un).

Tidak ada suatu musibah pun yang menimpa (seseorang), kecuali dengan izin Allah. Siapa yang beriman kepada Allah, niscaya Dia akan memberi petunjuk kepada hatinya. Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.

Makna Surat At-Tagabun Ayat 11
Isi Kandungan oleh Tafsir Wajiz

Allah tidak hanya menciptakan makhluk, tetapi juga mengatur seluruh makhluk. Tidak ada sesuatu musibah yang menimpa seseorang dalam kehidupan ini, kecuali dengan izin Allah, karena Allah mengetahui dan mengatur kehidupan ini; dan barang siapa beriman kepada Allah dengan istikamah, niscaya Allah akan memberi petunjuk kepada hatinya dengan memantapkan imannya. Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu yang terjadi di jagat raya maupun yang terjadi di jagat kecil, sanubari manusia.

Isi Kandungan oleh Tafsir Tahlili

Allah menerangkan bahwa apa yang menimpa manusia, baik yang merupakan kenikmatan dunia maupun yang berupa siksa adalah qaḍā’ dan qadar, sesuai dengan kehendak Allah yang telah ditetapkan di muka bumi. Dalam berusaha keras, manusia hendaknya tidak menyesal dan merasa kecewa apabila menemui hal-hal yang tidak sesuai dengan usaha dan keinginannya. Hal itu di luar kemampuannya, karena ketentuan Allah-lah yang akan berlaku dan menjadi kenyataan. Sebagaimana firman-Nya:

قُلْ لَّنْ يُّصِيْبَنَآ اِلَّا مَا كَتَبَ اللّٰهُ لَنَا

Katakanlah (Muhammad), “Tidak akan menimpa kami melainkan apa yang telah ditetapkan Allah bagi kami.” (at-Taubah/9: 51)

Allah memberi petunjuk kepada orang yang beriman untuk melapangkan dadanya, menerima dengan segala senang hati apa yang terjadi pada dirinya, baik sesuai dengan yang diinginkan, maupun yang tidak, karena ia yakin bahwa kesemuanya itu dari Allah. Ibnu Abbas menafsirkan bahwa Allah memberikan kepada orang mukmin dalam hatinya suatu keyakinan. Begitu pula ketika seseorang ditimpa musibah, ia mengatakan innā lillāhi wa innā ilaihi rāji‘ūn, hal itu karena iman yang menyebabkan sabar dan akhirnya musibah itu ringan baginya.

Isi Kandungan Kosakata

Tawallaitum تَوَلَّيْتُمْ (at-Tagābun/64: 12)

Kata tawallaitum berasal dari fi‘il (kata kerja) tawalla-yatawalla-tawalliyan , yang berarti berpaling atau meninggalkan. Dalam Surah at-Tagābun/64 ayat 12 ini, kata tawallaitum bermakna berpaling dari fitrah kesucian yang mengantar kepada pengakuan keesaan Allah dan dorongan beramal saleh.

Kata tawallaitum disebutkan delapan kali dalam Al-Qur’an, yaitu pada Surah at-Tagābun/64: 12, al-Baqarah/2: 64 dan 83, al-Mā’idah/5: 92, at-Taubah/9: 3, Yūnus/10: 72, Muḥammad/47: 22, dan al-Fatḥ/48: 16. 8 ayat tersebar dalam 7 surah tersebut semuanya berarti berpaling.

Penelusuran

  • Pos
  • Akun
  • Baru
  • Film
  • Musik
  • Berita
  • KBBI
  • Kripto