Geligi Animasi
Geligi Semua Satu Platform
Ayat 10 - Surat At-Tagābun (Pengungkapan Kesalahan)
التّغابن
Ayat 10 / 18 •  Surat 64 / 114 •  Halaman 557 •  Quarter Hizb 56.25 •  Juz 28 •  Manzil 7 • Madaniyah

وَالَّذِيْنَ كَفَرُوْا وَكَذَّبُوْا بِاٰيٰتِنَآ اُولٰۤىِٕكَ اَصْحٰبُ النَّارِ خٰلِدِيْنَ فِيْهَاۗ وَبِئْسَ الْمَصِيْرُ ࣖ

Wal-lażīna kafarū wa każżabū bi'āyātinā ulā'ika aṣḥābun-nāri khālidīna fīhā, wa bi'sal-maṣīr(u).

Adapun orang-orang yang kufur dan mendustakan ayat-ayat Kami, mereka itulah penghuni neraka. Mereka kekal di dalamnya. Itulah seburuk-buruk tempat kembali.

Makna Surat At-Tagabun Ayat 10
Isi Kandungan oleh Tafsir Wajiz

Berbeda dengan orang-orang beriman dan beramal saleh yang akan diampuni dan dimasukkan ke dalam surga, Allah menegaskan tentang nasib orang-orang kafir. Dan orang-orang yang kafir, yaitu orang-orang yang menolak beriman kepada Allah dan Rasul-Nya; dan mendustakan ayat-ayat Kami, ayat-ayat Al-Qur’an; mereka itulah penghuni neraka, karena kekufuran mereka selama hidup di dunia; mereka kekal di dalamnya, karena Allah tidak akan mengampuni orang-orang kafir. Dan itulah seburuk-buruk tempat kembali, karena neraka itu tempat hukuman, bukan tempat kenikmatan.

Isi Kandungan oleh Tafsir Tahlili

Dalam ayat ini, Allah menerangkan bahwa orang-orang yang mengingkari keesaan-Nya, dan mendustakan ayat-ayat Al-Qur’an yang telah diturunkan kepada Nabi Muhammad, adalah penghuni neraka. Mereka akan tinggal kekal di dalamnya, sebagaimana Allah berfirman:

وَالَّذِ يْنَ كَفَرُوْا وَكَذَّبُوْا بِاٰيٰتِنَآ اُولٰۤىِٕكَ اَصْحٰبُ النَّارِ ۚ هُمْ فِيْهَا خٰلِدُوْنَ ࣖ ٣٩

Adapun orang-orang yang kafir dan mendustakan ayat-ayat Kami, mereka itu penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya. (al-Baqarah/2: 39)

Dalam ayat yang lain Allah berfirman:

وَالَّذِ يْنَ كَفَرُوْا وَكَذَّبُوْا بِاٰيٰتِنَآ اُولٰۤىِٕكَ اَصْحٰبُ الْجَحِيْمِ ١٠

Adapun orang-orang yang kafir dan mendustakan ayat-ayat Kami, mereka itu penghuni neraka. (al-Mā’idah/5: 10)

Alangkah ruginya penghuni neraka karena tempat itu adalah seburuk-buruk tempat kembali, dan sejahat-jahat tempat tinggal, sebagaimana Allah berfirman:

اِنَّهَا سَاۤءَتْ مُسْتَقَرًّا وَّمُقَامًا ٦٦

Sungguh, Jahanam itu seburuk-buruk tempat menetap dan tempat kediaman. (al-Furqān/25: 66)

Isi Kandungan Kosakata

1. At-Tagābun التَّغَابُن (at-Tagābun/64: 9)

Kata at-tagābun terambil dari kata al-gabn yang berarti tipuan, dari fi‘il (kata kerja) gabana-yagbunu, yang berarti menipu dalam jual beli. Misalnya seseorang menjual suatu barang tiruan dengan memberitahukan kepada pembeli bahwa barang itu asli, sehingga penjual itu menjual harga barangnya lebih mahal dari harga sebenarnya.

Kata at-tagābun juga berarti kerugian, karena penjual menjual barangnya kurang dari harga sebenarnya, atau sebaliknya si pembeli yang dirugikan karena dia membeli barang dengan harga yang lebih mahal dari harga sebenarnya.

Ar-Rāgib al-Asfahānī memahami kata gabn dalam arti mengurangi hak orang lain dalam interaksi dengannya dalam bentuk tersembunyi. Berkenaan dengan makna kerugian inilah sehingga makna ayat Surah at-Tagābun berarti kerugian, karena pada hari tagābun (hari Mahsyar) itu sungguh besar dan banyak kerugian yang terjadi ketika itu, seakan-akan telah terjadi transaksi dari banyak pihak, yang kesemuanya merugikan. Kata at-tagābun hanya satu kali disebutkan dalam Al-Qur’an, yaitu pada surah ini.

2. Yaumal-Jam‘i يَوْمَ الْجَمْعِ (at-Tagābun/64 : 9)

Kata yaumal-jam‘i terdiri dari dua kata, yaitu yaum dan al-jam‘i. Yaum berarti hari. Sedangkan al-jam‘i berarti pengumpulan atau penghimpunan, maṣdar (kata asal) dari fi‘il (kata kerja) jama‘a-yajma‘u yang berarti mengumpulkan atau menghimpun. Atas dasar ini, maka makna “yaumal-jam‘i adalah hari pengumpulan atau hari penghimpunan.

Dengan demikian, maka makna yaumal-jam‘i dalam Surah at-Tagābun ayat 9 adalah hari pengumpulan atau hari penghimpunan, yaitu hari kebangkitan, karena pada hari itu seluruh makhluk dikumpulkan dan dihimpun di Padang Mahsyar untuk menerima kitab amalnya. Jika amalnya baik, ia akan menerima ganjaran surga beserta segala kenikmatannya. Sebaliknya, jika amalnya tidak baik, ia akan disiksa dalam neraka sesuai dengan amal perbuatannya. Kata yaumal-jam‘i hanya satu kali disebutkan dalam Al-Qur’an, yaitu pada surah ini.

Penelusuran

  • Pos
  • Akun
  • Baru
  • Film
  • Musik
  • Berita
  • KBBI
  • Kripto