Geligi Animasi
Geligi Semua Satu Platform
Ayat 9 - Surat At-Tagābun (Pengungkapan Kesalahan)
التّغابن
Ayat 9 / 18 •  Surat 64 / 114 •  Halaman 556 •  Quarter Hizb 56.25 •  Juz 28 •  Manzil 7 • Madaniyah

يَوْمَ يَجْمَعُكُمْ لِيَوْمِ الْجَمْعِ ذٰلِكَ يَوْمُ التَّغَابُنِۗ وَمَنْ يُّؤْمِنْۢ بِاللّٰهِ وَيَعْمَلْ صَالِحًا يُّكَفِّرْ عَنْهُ سَيِّاٰتِهٖ وَيُدْخِلْهُ جَنّٰتٍ تَجْرِيْ مِنْ تَحْتِهَا الْاَنْهٰرُ خٰلِدِيْنَ فِيْهَآ اَبَدًاۗ ذٰلِكَ الْفَوْزُ الْعَظِيْمُ

Yauma yajma‘ukum liyaumil-jam‘i żālika yaumut-tagābun(i), wa may yu'mim billāhi wa ya‘mal ṣāliḥay yukaffir ‘anhu sayyi'ātihī wa yudkhilhu jannātin tajrī min taḥtihal-anhāru khālidīna fīhā abadā(n), żālikal-fauzul-‘aẓīm(u).

(Ingatlah) hari (ketika) Allah mengumpulkan kamu pada hari berhimpun (hari Kiamat). Itulah hari pengungkapan kesalahan. Siapa yang beriman kepada Allah dan mengerjakan kebajikan, niscaya Dia akan menghapus kesalahan-kesalahannya dan memasukkannya ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai. Mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Itulah kemenangan yang agung.

Makna Surat At-Tagabun Ayat 9
Isi Kandungan oleh Tafsir Wajiz

Ayat ini mengingatkan manusia tentang kepastian adanya hari akhirat. Ingatlah wahai manusia, pada hari ketika Allah mengumpulkan kamu, seluruh manusia pada hari berhimpun, yaitu pada hari akhir; itulah hari pengungkapan kesalahan-kesalahan yang selama hidup di dunia disembunyikan. Dan barang siapa beriman kepada Allah dengan iman yang mantap dan mengerjakan kebajikan, niscaya Allah akan menghapus kesalahan-kesalahannya dan memasukkannya ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Itulah kemenangan yang agung.

Isi Kandungan oleh Tafsir Tahlili

Dalam ayat ini, Allah menjelaskan bahwa pada hari Kiamat nanti Dia akan mengumpulkan orang-orang terdahulu dan yang datang kemudian di suatu lapangan, sebagaimana firman-Nya:

ذٰلِكَ يَوْمٌ مَّجْمُوْعٌۙ لَّهُ النَّاسُ وَذٰلِكَ يَوْمٌ مَّشْهُوْدٌ

Itul ah hari ketika semua manusia dikumpulkan (untuk dihisab), dan itulah hari yang disaksikan (oleh semua makhluk). (Hūd/11: 103)

Firman Allah dalam ayat lain:

قُلْ اِنَّ الْاَوَّلِيْنَ وَالْاٰخِرِيْن َۙ ٤٩ لَمَجْمُوْعُوْ نَۙ اِلٰى مِيْقَاتِ يَوْمٍ مَّعْلُوْمٍ ٥٠

Katakanlah, “(Ya), sesungguhnya orang-orang yang terdahulu dan yang kemudian, pasti semua akan dikumpulkan pada waktu tertentu, pada hari yang sudah dimaklumi.” (al-Wāqi‘ah/56: 49-50)

Pada hari itulah nanti akan diteliti dan dibalas amal yang telah dilakukan setiap manusia di dunia ini. Semua amal, baik berupa kesalahan atau kebenaran, akan terungkap pada hari itu. Hari itulah yang dinamakan hari “tagābun”. Orang-orang kafir yang telah menukar kehidupan akhirat dengan dunia yakni memilih kelezatan dunia dari kenikmatan akhirat, akan merugi dan tidak memperoleh keuntungan sedikit pun. Sedangkan orang-orang mukmin yang telah mengorbankan dirinya untuk memperoleh surga, mereka itulah yang beruntung dan tak akan merugi sedikit pun. Dalam sebuah hadis diriwayatkan:

لَا يَدْخُلُ أَحَدٌ الْجَنَّةَ إِلَّا أُرِيَ مَقْعَدَهُ مِنَ النَّارِ لَوْ أَسَاءَ لِيَزْدَادَ شُكْرًا وَلَا يَدْخُلُ النَّارَ إِلَّا أُرِيَ مَقْعَدَهُ مِنَ الْجَنَّةِ لَوْ أَحْسَنَ لِيَكُوْنَ عَلَيْهِ حَسْرَةً. (رواه أحمد والبخاري عن أبي هريرة)

Tidak seseorang masuk surga melainkan diperlihatkan kepadanya tempat (yang disediakan baginya) di neraka, seandainya ia berbuat keburukan agar menambah kesyukuran. Dan tidaklah seseorang masuk neraka melainkan diperlihatkan kepadanya tempat (yang pernah disediakan baginya) di surga, seandainya ia berbuat kebaikan agar penyesalannya bertambah. (Riwayat Aḥmad dan al-Bukhārī dari Abū Hurairah)

Orang-orang yang percaya kepada Allah dan taat kepada perintah-Nya, menjauhi larangan-Nya, niscaya dihapus semua kesalahan dan dosanya, serta diampuni dan dimasukkan ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai. Mereka kekal di dalamnya, tidak akan mati, dan tidak akan keluar dari sana. Yang demikian itu adalah satu keuntungan dan kebahagiaan yang tiada taranya, karena telah terhindar dari kebinasaan dan kehancuran. Allah berfirman dalam ayat lain:

وَمَنْ يَّأْتِهٖ مُؤْمِنًا قَدْ عَمِلَ الصّٰلِحٰتِ فَاُولٰۤىِٕكَ لَهُمُ الدَّرَجٰتُ الْعُلٰى ۙ ٧٥ جَنّٰتُ عَدْنٍ تَجْرِيْ مِنْ تَحْتِهَا الْاَنْهٰرُ خٰلِدِيْنَ فِيْهَا ۗوَذٰلِكَ جَزَاۤءُ مَنْ تَزَكّٰى ࣖ ٧٦

Tetapi barang siapa datang kepada-Nya dalam keadaan beriman, dan telah mengerjakan kebajikan, maka mereka itulah orang yang memperoleh derajat yang tinggi (mulia), (yaitu) surga-surga ‘Adn, yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya. Itulah balasan bagi orang yang menyucikan diri. (Ṭāhā/20: 75-76)

Isi Kandungan Kosakata

1. At-Tagābun التَّغَابُن (at-Tagābun/64: 9)

Kata at-tagābun terambil dari kata al-gabn yang berarti tipuan, dari fi‘il (kata kerja) gabana-yagbunu, yang berarti menipu dalam jual beli. Misalnya seseorang menjual suatu barang tiruan dengan memberitahukan kepada pembeli bahwa barang itu asli, sehingga penjual itu menjual harga barangnya lebih mahal dari harga sebenarnya.

Kata at-tagābun juga berarti kerugian, karena penjual menjual barangnya kurang dari harga sebenarnya, atau sebaliknya si pembeli yang dirugikan karena dia membeli barang dengan harga yang lebih mahal dari harga sebenarnya.

Ar-Rāgib al-Asfahānī memahami kata gabn dalam arti mengurangi hak orang lain dalam interaksi dengannya dalam bentuk tersembunyi. Berkenaan dengan makna kerugian inilah sehingga makna ayat Surah at-Tagābun berarti kerugian, karena pada hari tagābun (hari Mahsyar) itu sungguh besar dan banyak kerugian yang terjadi ketika itu, seakan-akan telah terjadi transaksi dari banyak pihak, yang kesemuanya merugikan. Kata at-tagābun hanya satu kali disebutkan dalam Al-Qur’an, yaitu pada surah ini.

2. Yaumal-Jam‘i يَوْمَ الْجَمْعِ (at-Tagābun/64 : 9)

Kata yaumal-jam‘i terdiri dari dua kata, yaitu yaum dan al-jam‘i. Yaum berarti hari. Sedangkan al-jam‘i berarti pengumpulan atau penghimpunan, maṣdar (kata asal) dari fi‘il (kata kerja) jama‘a-yajma‘u yang berarti mengumpulkan atau menghimpun. Atas dasar ini, maka makna “yaumal-jam‘i adalah hari pengumpulan atau hari penghimpunan.

Dengan demikian, maka makna yaumal-jam‘i dalam Surah at-Tagābun ayat 9 adalah hari pengumpulan atau hari penghimpunan, yaitu hari kebangkitan, karena pada hari itu seluruh makhluk dikumpulkan dan dihimpun di Padang Mahsyar untuk menerima kitab amalnya. Jika amalnya baik, ia akan menerima ganjaran surga beserta segala kenikmatannya. Sebaliknya, jika amalnya tidak baik, ia akan disiksa dalam neraka sesuai dengan amal perbuatannya. Kata yaumal-jam‘i hanya satu kali disebutkan dalam Al-Qur’an, yaitu pada surah ini.

Penelusuran

  • Pos
  • Akun
  • Baru
  • Film
  • Musik
  • Berita
  • KBBI
  • Kripto