اَللّٰهُ لَآ اِلٰهَ اِلَّا هُوَۗ وَعَلَى اللّٰهِ فَلْيَتَوَكَّلِ الْمُؤْمِنُوْنَ
Allāhu lā ilāha illā huw(a), wa ‘alallāhi falyatawakkalil-mu'minūn(a).
(Dialah) Allah. Tidak ada tuhan selain Dia. Kepada Allahlah hendaknya orang-orang mukmin itu bertawakal.
Yaitu ajaran bahwa sesungguhnya Dialah Allah, tidak ada tuhan selain Dia yang menciptakan makhluk dan mengaturnya. Dan hendaklah orang-orang mukmin bertawakal kepada Allah dalam segala keadaan.
Allah menjelaskan bahwa Dialah Tuhan Yang Maha Esa, tidak ada Tuhan selain Dia. Maka hendaklah kita semua mengesakan-Nya, berbakti kepada-Nya dengan ikhlas, dan tidak menyekutukan-Nya dengan sesuatu apa pun, sebagaimana dijelaskan dalam firman-Nya:
رَبُّ الْمَشْرِقِ وَالْمَغْرِبِ لَآ اِلٰهَ اِلَّا هُوَ فَاتَّخِذْهُ وَكِيْلًا ٩
(Dialah) Tuhan timur dan barat, tidak ada tuhan selain Dia, maka jadikanlah Dia sebagai pelindung. (al-Muzzammil/73: 9)
Dan dijelaskan pula dalam ayat lain:
وَاعْبُدُو اللّٰهَ وَلَا تُشْرِكُوْا بِهٖ شَيْـًٔا
Dan sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatu apa pun. (an-Nisā’/4: 36)
Karena Allah adalah Maha Pencipta dan Maha Pemberi rezeki. Kepada Allah-lah orang-orang mukmin itu hendaknya bertawakal. Firman Allah:
وَعَلَى اللّٰهِ فَتَوَكَّلُوْٓ ا اِنْ كُنْتُمْ مُّؤْمِنِيْنَ
Dan bertawakallah kamu hanya kepada Allah, jika kamu orang-orang beriman. (al-Mā’idah/5: 23)
Tawallaitum تَوَلَّيْتُمْ (at-Tagābun/64: 12)
Kata tawallaitum berasal dari fi‘il (kata kerja) tawalla-yatawalla-tawalliyan , yang berarti berpaling atau meninggalkan. Dalam Surah at-Tagābun/64 ayat 12 ini, kata tawallaitum bermakna berpaling dari fitrah kesucian yang mengantar kepada pengakuan keesaan Allah dan dorongan beramal saleh.
Kata tawallaitum disebutkan delapan kali dalam Al-Qur’an, yaitu pada Surah at-Tagābun/64: 12, al-Baqarah/2: 64 dan 83, al-Mā’idah/5: 92, at-Taubah/9: 3, Yūnus/10: 72, Muḥammad/47: 22, dan al-Fatḥ/48: 16. 8 ayat tersebar dalam 7 surah tersebut semuanya berarti berpaling.














































