Geligi Animasi
Geligi Semua Satu Platform
Ayat 14 - Surat At-Tagābun (Pengungkapan Kesalahan)
التّغابن
Ayat 14 / 18 •  Surat 64 / 114 •  Halaman 557 •  Quarter Hizb 56.25 •  Juz 28 •  Manzil 7 • Madaniyah

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اِنَّ مِنْ اَزْوَاجِكُمْ وَاَوْلَادِكُمْ عَدُوًّا لَّكُمْ فَاحْذَرُوْهُمْۚ وَاِنْ تَعْفُوْا وَتَصْفَحُوْا وَتَغْفِرُوْا فَاِنَّ اللّٰهَ غَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ

Yā ayyuhal-lażīna āmanū inna min azwājikum wa aulādikum ‘aduwwal lakum faḥżarūhum, wa in ta‘fū wa taṣfaḥū wa tagfirū fa innallāha gafūrur raḥīm(un).

Wahai orang-orang yang beriman, sesungguhnya di antara istri-istrimu dan anak-anakmu ada yang menjadi musuh bagimu.719) Maka, berhati-hatilah kamu terhadap mereka. Jika kamu memaafkan, menyantuni, dan mengampuni (mereka), sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

Makna Surat At-Tagabun Ayat 14
Isi Kandungan oleh Tafsir Wajiz

Setelah diperintahkan untuk bertawakal kepada Allah, pada ayat ini orang-orang beriman diperingatkan tentang istri dan anak-anak mereka. Wahai orang-orang yang beriman! Hendaknya kamu waspada. Sesungguhnya di antara istri-istrimu dan anak-anakmu ada yang menjadi musuh bagimu dunia-akhirat. Kadang-kadang istri dapat menjerumuskan suami dan anak-anak dapat mencelakakan bapaknya untuk melakukan perbuatan yang tidak dibenarkan oleh agama. Maka berhati-hatilah kamu terhadap mereka dengan mengawasi dan menanamkan pendidikan agama kepada mereka; dan jika kamu memaafkan mereka ketika mereka melakukan kesalahan; dan kamu menyantuni mereka dengan sikap yang lembut, serta memohonkan ampun kepada Allah untuk mereka, maka sungguh, Allah Maha Pengampun kepada hamba-hamba-Nya, Maha Penyayang kepada seluruh makhluk-Nya.

Isi Kandungan oleh Tafsir Tahlili

Allah menjelaskan bahwa ada di antara istri-istri dan anak-anak yang menjadi musuh bagi suami dan orang tuanya yang mencegah mereka berbuat baik dan mendekatkan diri kepada Allah, menghalangi mereka beramal saleh yang berguna bagi akhirat mereka. Bahkan adakalanya menjerumuskan mereka kepada perbuatan maksiat, perbuatan haram yang dilarang oleh agama.

Karena rasa cinta dan sayang kepada istri dan anaknya, agar keduanya hidup mewah dan senang, seorang suami atau ayah tidak segan berbuat yang dilarang agama, seperti korupsi dan lainnya. Oleh karena itu, ia harus berhati-hati, dan sabar menghadapi anak istrinya. Mereka perlu dibimbing, tidak terlalu ditekan, sebaiknya dimaafkan dan tidak dimarahi, tetapi diampuni. Allah sendiri pun Maha Pengampun, lagi Maha Penyayang, sebagaimana dijelaskan dalam firman-Nya:

وَاَنْ تَصْبِرُوْا خَيْرٌ لَّكُمْ ۗ وَاللّٰهُ غَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ

Tetapi jika kamu bersabar, itu lebih baik bagimu. Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang. (an-Nisā’/4: 25)

Isi Kandungan Kosakata

1. ‘Aduwwan Lakum عَدُوًّا لَكُمْ (at-Tagābun/64: 14)

Kata ‘aduwwan lakum terdiri dari dua kata, yaitu kata ‘aduww dan lakum. Kata ‘aduww berarti musuh atau lawan, jamaknya adalah a‘dā' dari fi‘il ‘adā-ya‘dū-‘adwan wa ‘adawānan wa ‘udwānan, yang berarti memusuhi, membenci, dan berbuat zalim.

Kata ‘aduwwan lakum pada ayat 14 Surah at-Tagābun berarti musuh bagi kamu, maksudnya sebagian para istri dan anak-anak bagaikan musuh, karena kadang-kadang mereka dapat memalingkan para suami atau para ayah dari tuntunan agama, atau menuntut sesuatu yang berada di luar kemampuan, sehingga akhirnya suami atau ayah itu melakukan pelanggaran.

Kata ‘aduww disebut 35 kali dalam Al-Qur’an, antara lain dalam Surah at-Tagābun ayat 14 dan semuanya berarti musuh.

2. Syuḥḥa Nafsihi شُحَّ نَفْسِهِ (at-Tagābun/64: 16)

Kata syuḥḥa nafsihi terdiri dari dua kata yaitu syuḥḥa dan nafsihi. Kata syuḥḥa adalah maṣdar (kata asal) dari fi‘il (kata kerja) syaḥḥa-yasyuḥḥu/yasy aḥḥu/yasyiḥḥu-syuḥ ḥan wa syaḥḥan wa syiḥḥan, yang berarti kikir, tamak, rakus, atau loba. Sedangkan kata nafsihi berarti jiwanya, rohnya, jasadnya, badannya, tubuhnya, dirinya, dan hatinya.

Dalam ayat 16 Surah at-Tagābun, kata syuḥḥa nafsihi berarti kikir hatinya atau jiwanya, yaitu tamak atau serakah terhadap harta benda. Kata asy-syuḥḥa disebutkan tiga kali dalam Al-Qur’an, yaitu pada Surah an-Nisā’/4: 128, al-Ḥasyr/59: 9 dan at-Tagābun/64: 16. Semua kata asy-syuḥḥa tersebut berarti kikir.

Penelusuran

  • Pos
  • Akun
  • Baru
  • Film
  • Musik
  • Berita
  • KBBI
  • Kripto