Geligi Animasi
Geligi Semua Satu Platform
Ayat 96 - Surat At-Taubah (Pengampunan)
التّوبة
Ayat 96 / 129 •  Surat 9 / 114 •  Halaman 202 •  Quarter Hizb 21 •  Juz 11 •  Manzil 2 • Madaniyah

يَحْلِفُوْنَ لَكُمْ لِتَرْضَوْا عَنْهُمْ ۚفَاِنْ تَرْضَوْا عَنْهُمْ فَاِنَّ اللّٰهَ لَا يَرْضٰى عَنِ الْقَوْمِ الْفٰسِقِيْنَ

Yaḥlifūna lakum litarḍau ‘anhum, fa in tarḍau ‘anhum fa innallāha lā yarḍā ‘anil-qaumil-fāsiqīn(a).

Mereka akan bersumpah kepadamu agar kamu rida kepada mereka. Namun, sekalipun kamu rida kepada mereka, sesungguhnya Allah tidak akan rida kepada kaum yang fasik.

Makna Surat At-Taubah Ayat 96
Isi Kandungan oleh Tafsir Wajiz

Lalu setelah itu mereka akan bersumpah kembali kepadamu agar kamu bersedia menerima mereka bergabung kembali dan mendapat tempat di hatimu. Tetapi sekalipun kamu menerima mereka, sungguh Allah tidak akan rida dan murka kepada mereka, karena mereka adalah orang-orang fasik dan Allah tidak rida kepada orang-orang yang fasik, yakni mereka yang bergelimang dosa.

Isi Kandungan oleh Tafsir Tahlili

Ayat ini menegaskan sekali lagi bahwa kaum munafik itu akan bersumpah dengan nama Allah untuk meminta maaf kepada Rasulullah dan kaum Muslimin agar beliau dan kaum Muslimin rida (senang) kepada mereka serta memaafkan segala kesalahan mereka. Sesudah itu Allah menegaskan, bahwa tidak sepatutnya Rasulullah dan kaum Muslimin senang dan rida kepada kaum munafik, karena Allah sendiri tidak senang kepada kaum yang fasik.

Kemurkaan Allah kepada kaum munafik adalah disebabkan karena keingkaran dan sifat-sifat jelek mereka. Andaikata ada di antara orang-orang mukmin itu orang yang bersimpati, kepada kaum munafik maka orang itu pun akan ditimpa kemurkaan Allah.

Akan tetapi, bila kaum munafik itu bertobat dan memohon ampun kepada Allah serta meninggalkan kemunafikan dan sifat-sifat jelek mereka sebelum ajal mereka tiba, maka Allah akan menerima tobat mereka dan memberikan ampunan atas dosa-dosa yang telah mereka perbuat.

Isi Kandungan Kosakata

Akhbārikum أَخْبَارِكُمْ (at-Taubah/9: 94)

Akhbar merupakan bentuk jamak dari kata khabar yang berarti berita, kabar, cerita, atau informasi. Sedang kum (kata ganti jamak bagi orang yang dikhitab) berarti kamu. Dalam ayat tersebut, akhbārikum berarti bahwa Allah telah memberitahukan kepada kaum Muslim yang turut berperang (berjihad) bersama Rasulullah saw tentang berita atau informasi yang sebenarnya, perihal kemunafikan orang-orang yang tidak turut berperang.

Penelusuran

  • Pos
  • Akun
  • Baru
  • Film
  • Musik
  • Berita
  • KBBI
  • Kripto