Geligi Animasi
Geligi Semua Satu Platform
Ayat 41 - Surat At-Taubah (Pengampunan)
التّوبة
Ayat 41 / 129 •  Surat 9 / 114 •  Halaman 194 •  Quarter Hizb 20 •  Juz 10 •  Manzil 2 • Madaniyah

اِنْفِرُوْا خِفَافًا وَّثِقَالًا وَّجَاهِدُوْا بِاَمْوَالِكُمْ وَاَنْفُسِكُمْ فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ ۗذٰلِكُمْ خَيْرٌ لَّكُمْ اِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُوْنَ

Infirū khifāfaw wa ṡiqālaw wa jāhidū bi'amwālikum wa anfusikum fī sabīlillāh(i), żālikum khairul lakum in kuntum ta‘lamūn(a).

Berangkatlah kamu (untuk berperang), baik dengan rasa ringan maupun dengan rasa berat, dan berjihadlah dengan harta dan jiwamu di jalan Allah. Yang demikian itu adalah lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.

Makna Surat At-Taubah Ayat 41
Isi Kandungan oleh Tafsir Wajiz

Setelah Allah mengecam sekaligus mengancam mereka yang enggan berperang, serta menegaskan Allah akan senantiasa menolong orang-orang mukmin, maka ayat ini menguatkan perintah berperang yang semata-mata demi kemaslahatan. Berangkatlah kamu ke medan perang dengan penuh semangat, baik dengan rasa ringan maupun dengan rasa berat, kondisi kuat atau lemah, kondisi longgar maupun sempit, masing-masing sesuai dengan kadar kemampuannya, dan berjihadlah dengan harta dan jiwamu di jalan Allah. Yang demikian itu adalah lebih baik bagimu jika kamu mengetahui tujuan berjihad di jalan Allah itu, antara lain, terlindunginya kaum lemah, melawan kezaliman, juga menjaga jalan dakwah dari perilaku zalim musuh-musuh Islam.

Isi Kandungan oleh Tafsir Tahlili

Pada ayat ini diterangkan bahwa apabila keselamatan kaum Muslimin terancam, berperang bukan lagi anjuran, tetapi wajib, sehingga tidak seorang Muslim pun yang dibenarkan untuk tidak ikut dalam ekspedisi itu. Setiap orang yang sehat, dewasa, kaya, dan miskin wajib tampil ke medan juang untuk membela Islam dan menegakkan kebenaran. Orang-orang yang uzur yang dibenarkan syarat tidak diwajibkan, seperti terlalu tua, lemah fisik, cacat, tak berdaya, sakit keras dan lain-lain, karena mereka akan menjadi beban apabila diikutsertakan. Firman Allah swt:

لَيْسَ عَلَى الضُّعَفَاۤءِ وَلَا عَلَى الْمَرْضٰى وَلَا عَلَى الَّذِيْنَ لَا يَجِدُوْنَ مَا يُنْفِقُوْنَ حَرَجٌ اِذَا نَصَحُوْا لِلّٰهِ وَرَسُوْلِهٖ

Ti dak ada dosa (karena tidak pergi berperang) atas orang yang lemah, orang yang sakit dan orang yang tidak memperoleh apa yang akan mereka infakkan, apabila mereka berlaku ikhlas kepada Allah dan Rasul-Nya. (at-Taubah/9: 91)

Mereka diperintahkan berjihad berjaga-jaga dari serangan musuh, mempertahankan tanah air, mendermakan harta dan dirinya untuk menegakkan keadilan, dan meninggikan kalimah Allah, tampil ke medan perang maupun berjihad dengan harta, dengan maksud menjunjung tinggi derajat umat dan agama, jika dilakukan dengan ikhlas akan memberi kebahagiaan di dunia dan akhirat kelak.

Isi Kandungan Kosakata

Fī sabīlillāh فىِ سَبِيْلِ الله (at-Taubah/9: 41)

Fī sabīlillāh, terdiri dari kata fī sebagai kata penghubung yang berarti di atau di dalam. Kata sabīl adalah ṣifah musyabbahah bi isim fa’il dari sabala – yasbulu – sablan, yang berarti jalan. Jadi fī sabīlillāh berarti di jalan Allah, yaitu jalan yang menyampaikan seseorang pada Allah, baik melalui akidah, maupun perbuatan. Secara khusus fī sabīlillāh diartikan berperang melawan musuh agama. Secara umum makna fī sabīlillāh mencakup segala perbuatan atau amal yang ikhlas, yang dipergunakan untuk taqarrub kepada Allah dengan melaksanakan segala perbuatan yang wajib ataupun Sunnah, seperti penyampaikan da’wah Islam, pemberantasan buta aksara Al-Qur’an, penterjemahan Al-Qur’an sesuai bahasa pada tiap-tiap bangsa, pembangunan rumah sakit Islam, pembiayaan terhadap kegiatan organisasi Islam, pembuatan sumur dan wc umum, pembangunan panti asuhan, madrasah dan lain-lain. Kata sabīlillāh disebutkan 67 kali dalam Al-Qur’an dan tersebar di berbagai surah.

Penelusuran

  • Pos
  • Akun
  • Baru
  • Film
  • Musik
  • Berita
  • KBBI
  • Kripto