Geligi Animasi
Geligi Semua Satu Platform
Ayat 27 - Surat At-Taubah (Pengampunan)
التّوبة
Ayat 27 / 129 •  Surat 9 / 114 •  Halaman 191 •  Quarter Hizb 19.75 •  Juz 10 •  Manzil 2 • Madaniyah

ثُمَّ يَتُوْبُ اللّٰهُ مِنْۢ بَعْدِ ذٰلِكَ عَلٰى مَنْ يَّشَاۤءُۗ وَاللّٰهُ غَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ

Ṡumma yatūbullāhu mim ba‘di żālika ‘alā may yasyā'(u), wallāhu gafūrur raḥīm(un).

Setelah itu, Allah menerima tobat orang yang Dia kehendaki. Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

Makna Surat At-Taubah Ayat 27
Isi Kandungan oleh Tafsir Wajiz

Meskipun dahulu mereka menentang agama Islam, namun jika setelah itu mereka bertobat secara tulus, Allah akan menerima tobat orang yang Dia kehendaki. Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang kepada siapa saja yang bertobat kepada-Nya.

Isi Kandungan oleh Tafsir Tahlili

Ayat ini menjelaskan bahwa terhadap orang-orang yang sudah mendapat azab dari Allah di dunia ini, karena kekafiran, mereka dapat diberi ampunan dan diterima tobatnya bilamana mereka telah mendapat petunjuk dari Allah untuk memeluk Islam. Bilamana mereka telah menjadi muslim dan tidak lagi mempersekutukan Allah, maka kesalahannya diampuni oleh Allah dan segala dosanya dihapus, karena Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

Isi Kandungan Kosakata

Ḥunain حُنَيْنٍ (at-Taubah/9: 25)

Ḥunain adalah nama tempat yaitu suatu lembah kurang lebih 70 km di sebelah timur kota Mekah, antara Mekah dan Ṭaif. Perang Hunain terjadi dua minggu setelah Fathu Mekah pada tahun 8 H., antara orang Islam di bawah pimpinan Nabi Muhammad saw melawan orang-orang musyrik yang berdomisili di sekitar kota Mekah yang terdiri dari Bani Hawazin, Bani Ṡaqif, Bani Naṣr dan Bani Jasyam. Mereka tidak rela dengan kemenangan kaum Muslimin dengan menguasai kota Mekah, maka mereka bersatu dibawah pimpinan Malik bin ‘Auf dari Bani Naṣr. Mereka bermaksud menyerang kota Mekah yang telah dikuasai orang Islam dengan menghimpun semua kekuatan yang ada. Tetapi jumlah mereka tidak terlalu besar, maka mereka mengumpulkan anak-anak dan istri mereka beserta harta benda mereka di balik sebuah bukit dekat lembah Hunain untuk menjadi pembangkit semangat mereka jika pertempuran terjadi. Tentara Islam yang ada di Mekah waktu itu tidak cukup banyak yaitu 10.000 orang ditambah lagi 2.000 orang Mekah yang sudah masuk Islam, di antaranya Abu Sufyan bin Harb. Untuk menjaga penduduk kota Mekah yang baru saja ditaklukkan, Nabi dengan tentaranya keluar kota Mekah bermaksud menghadang serangan mereka. Perjalanan tentara Islam ini telah diintai mereka, sehingga ketika menuruni lembah Hunain langsung dihujani panah orang-orang musyrik yang sudah mempersiapkan diri lebih dulu di bawah komando Malik bin ‘Auf. Saat itu juga tentara Islam panik dan kacau balau, lari pontang-panting menyelamatkan diri masing-masing. Pasukan Malik bin ‘Auf turun dari perbukitan, bergerak mengepung kaum Muslimin yang semakin kocar-kacir. Terkait peristiwa inilah Allah menjelaskan bahwa besarnya jumlah tentara Islam hampir tidak ada artinya bila telah dihinggapi rasa sombong. Maka Nabi segera mengkonsolidasi dan mengerahkan tentaranya ke suatu tempat untuk bertahan menghadapi serangan musuh yang mendadak secara tiba-tiba itu. Tentunya sambil berdo’a mohon bantuan dan pertolongan Allah menghadapi serangan yang tidak terduga sama sekali. Dalam perang ini, awalnya umat Islam terdesak dan hampir kalah, tetapi dengan ketenangan Rasul dalam memberikan komando dan ketaatan orang-orang Islam, serta bantuan tentara yang tidak kelihatan dari Allah, akhirnya umat Islam dapat memenangkan Perang Hunain tersebut seperti dalam Perang Badar pada tahun 2 H.

Penelusuran

  • Pos
  • Akun
  • Baru
  • Film
  • Musik
  • Berita
  • KBBI
  • Kripto