Geligi Animasi
Geligi Semua Satu Platform
Ayat 23 - Surat At-Taubah (Pengampunan)
التّوبة
Ayat 23 / 129 •  Surat 9 / 114 •  Halaman 190 •  Quarter Hizb 19.75 •  Juz 10 •  Manzil 2 • Madaniyah

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا لَا تَتَّخِذُوْٓا اٰبَاۤءَكُمْ وَاِخْوَانَكُمْ اَوْلِيَاۤءَ اِنِ اسْتَحَبُّوا الْكُفْرَ عَلَى الْاِيْمَانِۗ وَمَنْ يَّتَوَلَّهُمْ مِّنْكُمْ فَاُولٰۤىِٕكَ هُمُ الظّٰلِمُوْنَ

Yā ayyuhal-lażīna āmanū lā tattakhiżū ābā'akum wa ikhwānakum auliyā'a inistaḥabbul-kufra ‘alal-īmān(i), wa may yatawallahum minkum fa ulā'ika humuẓ-ẓālimūn(a).

Wahai orang-orang beriman, janganlah kamu jadikan bapak-bapakmu dan saudara-saudaramu sebagai pelindung321) jika mereka lebih mencintai kekufuran atas keimanan. Siapa pun di antara kamu yang menjadikan mereka pelindung, maka mereka itulah orang-orang yang zalim.

Makna Surat At-Taubah Ayat 23
Isi Kandungan oleh Tafsir Wajiz

Setelah ayat sebelumnya menerangkan keutamaan berjihad dan berhijrah serta tidak bergunanya amal kebaikan orang-orang musyrik, maka ayat ini lebih menegaskan lagi bahwa itu semua tidak akan sempurna kecuali kaum muslim berlepas diri dari kekuasaan kaum musyrik dan lebih mencintai Allah dan Rasul-Nya daripada bapak, ibu, dan saudara-saudaranya. Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu jadikan bapak-bapakmu dan saudara-saudaramu sebagai auliya'-bentuk jamak dari kata “waliy”, yakni pemimpin, teman dekat, pelindung, atau sebagai apa saja yang kamu sering kali menyampaikan rahasia kepadanya dan kamu sekalian lebih mencintai mereka mengalahkan cintamu kepada Allah dan Rasul-Nya, baik dengan cara memaksakan diri apalagi secara sukarela-jika mereka lebih menyukai kekafiran daripada keimanan. Barangsiapa di antara kamu yang menjadikan mereka wali, pelindung, teman dekat, pemimpin dan lain-lain, meski masih ada hubungan kekerabatan, maka mereka itulah orang-orang yang zalim karena meletakkan sesuatu bukan pada tempatnya, yakni dengan menjadikan wali kepada orang yang tidak tepat.

Isi Kandungan oleh Tafsir Tahlili

Ayat ini diturunkan sehubungan dengan sikap sebagian kaum Muslimin sewaktu diperintahkan hijrah ke Medinah, mereka menjawab, “Jika kami hijrah, putuslah hubungan kami dengan orang-orang tua kami, anak-anak dan famili kami, hancurlah perdagangan kami dan akhirnya kami menjadi orang yang sia-sia.”

Ayat ini melarang orang yang beriman menjadikan ibu bapak dan saudara mereka yang masih kafir, menjadi pemimpin karena dikhawatirkan mereka akan mengetahui keadaan kaum Muslimin dan kekuatannya. Perbuatan seperti itu akan sangat bermanfaat bagi pihak kafir untuk menyerang kaum Muslimin.

Orang mukmin yang tidak menaati larangan itu dan dalam keadaan perang, mereka masih membantu orang-orang kafir, karena yang dibantu itu ada hubungan kekeluargaan, maka dia adalah orang yang zalim, terhadap diri, pengikut-pengikut, dan agamanya.

Isi Kandungan Kosakata

Fatarabbaṣū فَتَرَبَّصُوْا (at-Taubah/9: 24)

Lafal fatarabbaṣū (فَتَرَبَّصُوْ ) adalah kata kerja bentuk fi’il amr, taṣrif lengkapnya tarabbaṣa-yatarabbaṣu-ta rabbaṣ-tarabbuṣan, artinya menanti atau menunggu. Fi’il amr yang dipergunakan dalam ayat ini didahului dengan huruf fa’ dan dihubungkan dengan wau al-jama yang berfungsi sebagai fā’il, sehingga fatarabbaṣū berarti maka tunggulah oleh kamu semua. Bentuk fi’il amr atau perintah dalam ayat ini tidak berarti kita harus mengerjakan perintah itu, jadi bukan berarti kita harus menunggu hal-hal yang akan terjadi, melainkan sesuai dengan Ilmu Balaghah, amr di sini berarti at-tahdīd yaitu mengancam. Jadi Allah pada ayat 24 ini mengancam kepada orang-orang Islam yang lebih mencintai harta dan keluarganya daripada cintanya kepada Allah dan Rasul-Nya dengan mengatakan: tunggulah siksa Allah yang pasti akan datang. Tetapi kalau kita tidak berlebihan dalam mencintai harta dan keluarga kita, dan kita tetap melaksanakan segala perintah Allah dan Rasul-Nya serta menjauhi larangan Agama sebagai tanda cinta dan patuh kita kepada Allah dan Rasul-Nya, maka kita tidak perlu khawatir Allah akan menurunkan siksa itu kepada kita.

Penelusuran

  • Pos
  • Akun
  • Baru
  • Film
  • Musik
  • Berita
  • KBBI
  • Kripto