خٰلِدِيْنَ فِيْهَآ اَبَدًا ۗاِنَّ اللّٰهَ عِنْدَهٗٓ اَجْرٌ عَظِيْمٌ
Khālidīna fīhā abadā(n), innallāha ‘indahū ajrun ‘aẓīm(un).
Mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Sesungguhnya di sisi Allahlah pahala yang sangat besar.
Lebih ditegaskan lagi bahwa mereka kekal di dalamnya selama-lamanya dan tidak akan dikeluarkan dari padanya. Sungguh, di sisi Allah terdapat pahala yang besar.
Di ayat ini Allah menjelaskan bahwa orang yang memperoleh karunia tersebut akan tetap tinggal di surga untuk selama-lamanya. Sesungguhnya di sisi Allah telah tersedia pahala yang sangat besar bagi orang-orang yang beriman dan beramal saleh, terutama bagi orang-orang yang beriman, hijrah, dan berjihad dengan harta dan jiwa raganya.
Jāhadū جَاهَدُوْا (at-Taubah/9: 20)
Lafal jāhadū (ﺟﺎﻫﺪﻭﺍ) adalah fi’il māḍī yang dihubungkan dengan ḍamīr wau jamā yang berarti mereka berjihad atau berjuang sungguh-sungguh di jalan Allah, baik dengan mengorbankan harta maupun jiwa. Taṣrifnya yaitu jāhada-yujāhidu-jāhid-jih ādan. Akar kata yang terdiri dari (ج - هـ - د) mempunyai arti kesulitan atau kekuatan. Secara garis besar kata ini berarti mengerahkan segala kekuatan dan kemampuan untuk menghasilkan apa yang dicita-citakan. Dalam Al-Qur’an banyak sekali dipergunakan kata jihad, baik dalam bentuk fi’il māḍi, fi’il muḍāri’ dan fi’il amr, maupun dalam bentuk isim maṣdar (bentuk kata benda) atau verbal noun. Juga dalam bentuk isim fā’il (orang yang mengerjakan) yaitu mujāhid. Untuk dapat menciptakan suasana yang aman, damai dan sejahtera, serta dapat melaksanakan tuntunan agama sebaik-baiknya memang perlu perjuangan yang sungguh-sungguh. Nabi dan Sahabat berjuang dulu dengan keras seperti hijrah dan berperang mempertahankan diri dari kejahatan orang-orang kafir, baru dapat merasakan ketenangan hidup, bekerja, dan melaksanakan ibadah dengan sebaik-baiknya tanpa takut mendapat gangguan dari siapa pun.









































