Geligi Animasi
Geligi Semua Satu Platform
Ayat 129 - Surat At-Taubah (Pengampunan)
التّوبة
Ayat 129 / 129 •  Surat 9 / 114 •  Halaman 207 •  Quarter Hizb 21.5 •  Juz 11 •  Manzil 2 • Madaniyah

فَاِنْ تَوَلَّوْا فَقُلْ حَسْبِيَ اللّٰهُ لَآ اِلٰهَ اِلَّا هُوَ ۗ عَلَيْهِ تَوَكَّلْتُ وَهُوَ رَبُّ الْعَرْشِ الْعَظِيْمِ ࣖ

Fa in tawallau faqul ḥasbiyallāhu lā ilāha illā huw(a), ‘alaihi tawakkaltu wa huwa rabbul-‘arsyil-‘aẓīm(i).

Jika mereka berpaling (dari keimanan), katakanlah (Nabi Muhammad), “Cukuplah Allah bagiku. Tidak ada tuhan selain Dia. Hanya kepada-Nya aku bertawakal dan Dia adalah Tuhan pemilik ‘Arasy (singgasana) yang agung.”

Makna Surat At-Taubah Ayat 129
Isi Kandungan oleh Tafsir Wajiz

Maka jika mereka berpaling dari keimanan dan menolak mengikuti ajaranmu wahai Nabi Muhammad, maka katakanlah kepada mereka “Cukuplah Allah bagiku, Dia yang akan membela dan melindungiku; tidak ada tuhan yang berhak disembah selain Dia. Hanya kepada-Nya aku bertawakal, yakni berserah diri setelah berusaha sekuat tenagaku, dan Dia adalah Tuhan yang memiliki, mencipta, dan mengatur ‘Arsy singgasana yang agung.” []

Isi Kandungan oleh Tafsir Tahlili

Ayat ini memerintahkan kepada Nabi Muhammad dan umatnya bahwa jika orang-orang kafir dan munafik itu tidak juga mau beriman setelah didatangkan kepada mereka petunjuk, katakanlah kepada mereka, “Cukuplah Allah bagiku, dan Dia akan menolongku, tidak ada Tuhan yang lain yang disembah, selain Dia, hanya kepada-Nya-lah aku bertawakal dan menyerahkan diri, dan hanya Dialah yang mengatur dan mengurus alam semesta, Dia memiliki ‘Arsy yang Agung.”

Diriwayatkan dari Zaid bin Ṡabit yang ditugaskan oleh ‘Umar ra untuk mengumpulkan Al-Qur′an yang masih belum terkumpul di masa Abu Bakar, bahwa Zaid berkata, “...Hingga aku memperoleh dua ayat terakhir dari Surah at-Taubah pada catatan Khuzaimah bin Ṡabit al-Anṣari, aku tidak memperolehnya sebelumnya dari seorang pun, sedang kedua ayat itu dihafal dan dikenal oleh orang banyak.” (Riwayat al-Bukhārī, at-Tirmiżi, an-Nasā’i dan perawi-perawi yang lain).

Isi Kandungan Kosakata

Ḥarīṣ حَرِيْص (at-Taubah/9: 128)

Kata ḥarīṣun merupakan kata sifat yang berbentuk mubalagah yang dilekatkan kepada Nabi Muhammad saw. Kata tersebut adalah dari ḥariṣa–yaḥriṣu– irṣan. Al-ḥirṣ berarti al-jasya’ (ketamakan). Al-ḥariṣ berarti “yang sangat tamak” dalam arti sangat serius memberi perhatian kepada orang lain demi kesejahteraannya dan merasa cemas terhadap orang lain kalau-kalau ia tidak mengikuti ajakan dan petunjuk-Nya. Nabi Muhammad, dengan sifat ḥarīṣ itu, cemas terhadap penderitaan para sahabatnya, bahkan penderitaan umatnya, dan beliau amat mendambakan kesejahteraan seluruh umat manusia, hal tersebut seperti disebut dalam penutup ayat ini: Rasul bersifat belas kasih terhadap kaum mukmin.

Penelusuran

  • Pos
  • Akun
  • Baru
  • Film
  • Musik
  • Berita
  • KBBI
  • Kripto