Geligi Animasi
Geligi Semua Satu Platform
Ayat 1 - Surat Yūnus (Yunus)
يونس
Ayat 1 / 109 •  Surat 10 / 114 •  Halaman 208 •  Quarter Hizb 21.5 •  Juz 11 •  Manzil 3 • Makkiyah

الۤرٰ ۗتِلْكَ اٰيٰتُ الْكِتٰبِ الْحَكِيْمِ

Alif lām rā, tilka āyātul-kitābil-ḥakīm(i).

Alif Lām Rā. Itulah ayat-ayat Kitab (Al-Qur’an) yang penuh hikmah

Makna Surat Yunus Ayat 1
Isi Kandungan oleh Tafsir Wajiz

Alif Lam Ra. Hanya Allah yang mengetahui secara pasti makna hurufhuruf yang menjadi pembuka surah-surah dalam Al-Qur'an. Inilah ayat-ayat Al-Qur'an yang keseluruhannya penuh hikmah, yakni petunjuk yang hak dan terbaik bagi semua umat manusia. Apabila petunjuk tersebut diperhatikan dan dijalankan, maka akan mendatangkan kemaslahatan dan menghindarkan keburukan.

Isi Kandungan oleh Tafsir Tahlili

Lihat arti “Alif Lām Rā”, pada keterangan tentang “mafātihus suwar” pada jilid pertama.

Allah menerangkan bahwa ayat-ayat yang dibaca ini adalah ayat-ayat yang tinggi nilainya, tersusun rapi lagi kokoh, baik lafaz maupun maknanya, berisi petunjuk bagi orang-orang yang mau mengikutinya. Dari ayat-ayat ini tersusun surah-surah itu dan disusun Al-Qur’an. Pada firman-Nya yang lain Allah menjelaskan sifat ayat Al-Qur’an.

الۤرٰ ۗ كِتٰبٌ اُحْكِمَتْ اٰيٰتُهٗ ثُمَّ فُصِّلَتْ مِنْ لَّدُنْ حَكِيْمٍ خَبِيْرٍۙ ١ (هود)

Alif Lām Rā, (inilah) Kitab yang ayat-ayatnya disusun dengan rapi kemudian dijelaskan secara terperinci, (yang diturunkan) dari sisi (Allah) Yang Mahabijaksana, Mahateliti. (Hūd/11: 1)

Dari susunan ayat ini dipahami bahwa Allah memerintahkan manusia agar mengetahui, mempelajari dan mengingat ayat-ayat yang menjadi petunjuk itu, agar dapat dipahami dan diamalkan.

Isi Kandungan Kosakata

1. Qadama ṣidq قَدَمَ صِدْقٍ (Yūnus/10: 2)

Ungkapan ini terdiri dari dua kata, qadama dan ṣidq. Dalam Al-Qur’an, ungkapan ini disebutkan hanya sekali. Qadama merupakan kata ism (noun) yang di-iḍafat-kan pada kata ṣidq. Kata qadama artinya “kaki” dan berarti pula “mendahului orang lain,” baik mengenai waktu maupun derajat, sedangkan kata ṣidq artinya “benar” dalam ucapan dan perbuatan. Tiap-tiap perbuatan mulia bisa disebut ṣidq. Menurut Imam al-Raghib dalam Al-Mufradāt, qadama ṣidq berarti maju ke depan atau kemajuan dalam keluhuran. Qadama ṣidq dapat diartikan pula dengan kedudukan yang teguh. Maka, dari ayat ini, dapat dipahami bahwa orang-orang yang beriman akan memperoleh kemajuan dalam keluhuran, atau bahwa mereka akan memperoleh kedudukan mulia dan teguh, sebagai buah dari iman dan amal salih mereka.

2. Al-’Arsy اَلْعَرْش (Yūnus/10: 2)

Kata al-’arsy atau ‘arsy, dalam Al-Qur’an, terulang tidak kurang dari 29 kali. Duapuluh dua kali berhubungan dengan ‘Arsy Tuhan, sedangkan tujuh kali yang lainnya berkaitan dengan ‘arsy makhluk, seperti ‘Arsy Yusuf a.s. (Yūsuf/12: 100), ‘Arsy Ratu Balqis (an-Naml/27: 23, 38, 42), dan ‘Arsy yang dimiliki kota-kota (qaryah) tertentu (al-Baqarah/2: 259, al-Kahf/18: 42, al-Ḥajj/22: 45). Kata ‘arsy yang berhubungan dengan makhluk tidak membawa timbulnya kontroversi dalam memahami maknanya, diberi arti “singgasana tempat bertahta.” Tetapi kata ‘arsy yang dinisbatkan kepada Tuhan, seperti yang terdapat dalam ayat ini, membawa kontroversi atau perbedaan pendapat dalam memahami essensinya. Ulama salaf, sebagaimana kemudian diikuti kalangan Asy’ariyah, memberi arti tanpa takwil, yaitu singgasana, yang tentu saja berbeda dengan singgasana yang dimiliki makhluk. Sementara ulama khalaf, yang kemudian diikuti kalangan Mu’tazilah, melakukan penakwilan terhadap kata tersebut. Para ulama yang melakukan penakwilan mengartikannya dengan “kekuasaan”, agar tidak bertentangan dengan prinsip tauhid yang diajarkan Al-Qur’an dan Sunnah.

Penelusuran

  • Pos
  • Akun
  • Baru
  • Film
  • Musik
  • Berita
  • KBBI
  • Kripto