Geligi Animasi
Geligi Semua Satu Platform
Ayat 126 - Surat At-Taubah (Pengampunan)
التّوبة
Ayat 126 / 129 •  Surat 9 / 114 •  Halaman 207 •  Quarter Hizb 21.5 •  Juz 11 •  Manzil 2 • Madaniyah

اَوَلَا يَرَوْنَ اَنَّهُمْ يُفْتَنُوْنَ فِيْ كُلِّ عَامٍ مَّرَّةً اَوْ مَرَّتَيْنِ ثُمَّ لَا يَتُوْبُوْنَ وَلَا هُمْ يَذَّكَّرُوْنَ

Awalā yarauna annahum yuftanūna fī kulli ‘āmim marrataini ṡumma lā yatūbūna wa lā hum yażżakkarūn(a).

Tidakkah mereka (orang-orang munafik) memperhatikan bahwa mereka diuji sekali atau dua kali setiap tahun, tetapi mereka tidak (juga) bertobat dan tidak (pula) mengambil pelajaran?

Makna Surat At-Taubah Ayat 126
Isi Kandungan oleh Tafsir Wajiz

Dan tidakkah mereka orang-orang munafik dan kafir itu memperhatikan dengan saksama bahwa mereka diuji berupa penyakit, paceklik dan bencana alam yang terjadi sekali atau dua kali setiap tahun, namun mereka tidak juga bertobat dari kemunafikan dan kekafiran, dan tidak pula mengambil pelajaran dari berbagai ujian yang sudah mereka rasakan? Mereka tidak pernah introspeksi.

Isi Kandungan oleh Tafsir Tahlili

Pada ayat ini Allah tidak membenarkan bahkan mencela sikap orang-orang munafik yang tetap membangkang, tidak mau bertobat dan tidak pula mengambil pelajaran dari berbagai peristiwa yang telah mereka alami. Padahal kepada mereka setiap tahun telah didatangkan cobaan dan pengalaman pahit serta kekalahan yang seharusnya dapat menambah kuat iman seseorang sehingga mampu membedakan antara yang benar dan yang salah. Berbagai cobaan, ujian, dan pengalaman mereka itu, jika mereka mau merenungkannya dengan baik, tentu akan menyampaikan mereka kepada kesimpulan bahwa Muhammad itu benar-benar Rasulullah yang diutus Allah kepada mereka. Akan tetapi, mereka tetap ingkar dan tidak mau bertobat serta mengambil pelajaran dari padanya. Bahkan hati mereka bertambah sesat dan bertambah ingkar.

Isi Kandungan Kosakata

Yuftanūn يُفْتَنُوْنَ (at-Taubah/9: 126)

Kata yuftanūn makna asalnya adalah “mereka dicoba” atau mereka diuji. Tetapi yang dikehendaki dalam ayat ini adalah tufḍahu sarā’iruhum (rahasia-rahasia mereka (munafik) yang buruk ditelanjangi, sehingga sifat buruk mereka diketahui dengan jelas). Ujian atau penelanjangan itu berupa gerakan pasukan yang sewaktu-waktu dikerahkan oleh kaum Muslimin, yang kemudian menyebabkan terjadinya pemisahan antara kaum munafik dengan kaum mukmin sejati. Dalam sejarah Islam telah terbukti, bahwa perang suci sebagai alat seleksi telah secara efektif menyaring siapa di antara pasukan Islam waktu itu yang sesungguhnya kaum munafik, dan siapa yang benar-benar beriman. Mereka dapat diketahui sebagai kaum Munafik melalui kebijakan yuftanūn, mereka ditelanjangi dengan peperangan-peperangan yang dalam satu tahun bisa terjadi sekali sampai dua kali (marratan aw marratain).

Penelusuran

  • Pos
  • Akun
  • Baru
  • Film
  • Musik
  • Berita
  • KBBI
  • Kripto