Geligi Animasi
Geligi Semua Satu Platform
Ayat 16 - Surat Aṭ-Ṭūr (Gunung)
الطّور
Ayat 16 / 49 •  Surat 52 / 114 •  Halaman 524 •  Quarter Hizb 53 •  Juz 27 •  Manzil 7 • Makkiyah

اِصْلَوْهَا فَاصْبِرُوْٓا اَوْ لَا تَصْبِرُوْاۚ سَوَاۤءٌ عَلَيْكُمْۗ اِنَّمَا تُجْزَوْنَ مَا كُنْتُمْ تَعْمَلُوْنَ

Iṣlauhā faṣbirū au lā taṣbirū, sawā'un ‘alaikum, innamā tujzauna mā kuntum ta‘malūn(a).

Masuklah ke dalamnya (dan rasakan panas apinya)! Baik kamu bersabar atau tidak, sama saja (tidak ada manfaatnya)bagimu. Sesungguhnya kamu hanya diberi balasan atas apa yang telah kamu kerjakan.

Makna Surat At-Tur Ayat 16
Isi Kandungan oleh Tafsir Wajiz

Wahai para pengingkar, masuklah ke dalamnya dan rasakanlah panas apinya; maka baik kamu bersabar atas pedihnya siksa neraka itu atau tidak bersabar atasnya, keduanya akan sama saja akibatnya bagimu. Tetapi, ketahuilah bahwa Allah tidak menganiaya kamu dengan siksa itu. Sesungguhnya kamu hanya diberi balasan yang setimpal atas apa yang telah kamu kerjakan.

Isi Kandungan oleh Tafsir Tahlili

Ketika mereka tidak dapat mengingkari kenyataan dan mengakui bahwa itu bukan sihir dan bukan pula akibat salah melihat, Allah swt memerintahkan kepada mereka supaya masuk ke dalam api neraka untuk merasakan panasnya api neraka. Kemudian Allah swt menjelaskan bahwa bersabar atau tidak, keadaannya serupa bagi mereka. Karena seorang yang tidak sabar akan sesuatu, maka ia berusaha untuk menolaknya baik dengan menjauhinya atau pun dengan mengatasinya. Namun, lain halnya dengan hari kebangkitan sebab azab di akhirat tidak sama dengan azab di dunia karena orang yang diazab di dunia, bila ia bersabar ia akan mendapat manfaat dari kesabarannya, baik manfaat yang berupa balasan di akhirat nanti maupun pujian di dunia berkenaan dengan kesabaran dan ke-tabahannya.

Dan kalau dia tidak sabar dengan pengertian berkeluh-kesah tentulah ia dicela dan dianggap kekanak-kanakan. Akan tetapi kesabaran di akhirat tidak ada manfaatnya karena akhirat bukan tempat beramal tetapi untuk mendapat ganjaran dan pembalasan.

Pada akhir ayat ini Allah swt menegaskan bahwa manusia itu akan menerima pembalasan dari Allah. Jika perbuatan mereka di dunia baik, mereka akan menerima balasan yang baik pula di akhirat. Dan jika perbuatan mereka di dunia jahat, mereka di akhirat akan menerima balasan setimpal dengan kejahatannya. Allah berfirman:

وَلَا يَظْلِمُ رَبُّكَ اَحَدًا

Dan Tuhanmu tidak menzalimi seorang jua pun. (al-Kahf/18: 49)

Tegasnya Allah akan membalas setiap orang sesuai dengan perbuatannya. Balasan itu akan diterima apakah bersabar atau tidak, pasti terlaksana.

Isi Kandungan Kosakata

1. Aṭ-Ṭūr اَلطُّوْر (aṭ-Ṭūr/52: 1)

Arti kata aṭ-ṭūr sangat beragam di antaranya, sebagai kata benda, yang secara etimologi bukan dari bahasa Arab. Kata aṭ-ṭūr dari kata bahasa Suryani, yang berarti “gunung,” atau memang nama sebuah gunung di Syam. Dalam ayat ini berarti “gunung” secara umum, dengan catatan semua gunung yang ada tumbuhannya, dan secara tidak langsung berarti khusus Gunung Sinai di Madyan (sekarang negara Mesir) tempat Nabi Musa menerima wahyu yang sangat menentukan. Dalam pembukaan surah ini dipakai sebagai sumpah, “Demi Gunung” seperti yang terdapat juga dalam surah at-Tīn, yang sekaligus menyebutkan empat nama sebagai simbol sumpah, tin, zaitun, Gunung Sinai dan kota Makkah. Dalam surah aṭ-Ṭūr hanya disebut satu nama, sebagai isyarat betapa hebatnya ayat-ayat berikutnya sesudah ayat pembukaan itu.

2. Al-Baitul-Ma‘mūr الْبَيْتُ الْمَعْمُوْرُ (aṭ-Ṭūr/52: 4)

Al-Baitul-ma‘mūr, yang secara harfiah berarti rumah atau tempat ibadah yang ramai dikunjungi orang. Ayat ini dapat ditafsirkan, bahwa rumah ibadah yang dimaksud biasanya Ka‘bah yang banyak dikunjungi Muslimin setiap hari dalam melaksanakan salat dan umrah, terutama pada musim haji. Atau mungkin juga rumah ibadah lain secara umum yang digunakan beribadah kepada Allah Yang Maha Esa, rumah (kemah) ibadah orang Yahudi (tabernakel) di daerah gurun, tempat ibadah Nabi Sulaiman (Haikal Sulaiman), rumah tempat Nabi Isa beribadah. Umumnya para ulama mengaitkan ayat ini dengan Ka‘bah setelah dibersihkan oleh Nabi Muhammad dari segala macam berhala seperti disebutkan di atas. Menurut beberapa mufasir juga bermakna, “jantung manusia, tempat segala hasrat dan keinginan yang membara untuk menemukan dan menyembah Allah.”

Penelusuran

  • Pos
  • Akun
  • Baru
  • Film
  • Musik
  • Berita
  • KBBI
  • Kripto