Geligi Animasi
Geligi Semua Satu Platform
Ayat 17 - Surat Aṭ-Ṭūr (Gunung)
الطّور
Ayat 17 / 49 •  Surat 52 / 114 •  Halaman 524 •  Quarter Hizb 53 •  Juz 27 •  Manzil 7 • Makkiyah

اِنَّ الْمُتَّقِيْنَ فِيْ جَنّٰتٍ وَّنَعِيْمٍۙ

Innal-muttaqīna fī jannātiw wa na‘īm(in).

Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa berada dalam surga dan kenikmatan.

Makna Surat At-Tur Ayat 17
Isi Kandungan oleh Tafsir Wajiz

Beralih dari penjelasan tentang azab bagi para pengingkar ayat-ayat Allah, pada ayat-ayat berikut Allah menjelaskan kenikmatan bagi mereka yang bertakwa. Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa dan terus beribadah serta melakukan kebajikan, mereka itu berada dalam surga yang indah dan penuh kenikmatan ukhrawi yang tidak terlukiskan.

Isi Kandungan oleh Tafsir Tahlili

Dalam ayat ini Allah menerangkan bahwa orang-orang yang takut akan murka Tuhannya, mereka melaksanakan ibadat kepada-Nya baik dengan terang-terangan atau tidak, memenuhi kewajiban-kewajibannya terhadap Tuhan, dan menjalankan peraturan-peraturan agama, tidak mengerjakan suatu perbuatan maksiat yakni tidak menodai dirinya dengan dosa dan tidak menodai jiwanya dengan kemunafikan.

Kepada mereka Tuhan memberikan balasan surga, di dalamnya mereka bersenang-senang. Mereka mendapat apa yang belum pernah mereka lihat, belum pernah mereka dengar, dan belum pernah diterangkan oleh seorang manusia pun. Semuanya itu sebagai balasan atas perbuatan baik mereka selama hidup di dunia. Mereka menjauhi kemewahan duniawi yang membuat lalai pada ibadah serta bersabar atas cobaan-cobaan yang menimpa mereka dengan harapan agar mendapat rida Allah.

Isi Kandungan Kosakata

Maṣfūfah مَصْفُوْفَة (aṭ-Ṭur/52: 20)

Kata maṣfūfah adalah isim maf‘ūl. Ia dari kata ṣaffa-yaṣuffu-ṣufūfan , yang artinya barisan. Seperti dikatakan dalam urusan salat: sawwū ṣufūfakum (luruskan barisanmu semua). Secara bahasa, maṣfūfah dalam ayat ini artinya dibariskan atau tersusun secara rapi, tidak dalam keadaan berserak tak teratur. Ia merupakan sifat dari kata sururin yang adalah jama‘ (plural) dari kata sarīrun yang artinya ranjang/dipan tempat beristirahat. “Dipan-dipan itu disifati dengan maṣfūfah (yang tersusun rapi) karena dipan yang satu diletakkan di samping yang lain “qad wuḍi‘a ba‘ḍuha ilā janbi ba‘ḍin,” menurut Ibn al-Jauzi dalam tafsirnya. Tetapi, bagaimana keadaan yang sebenarnya maksud ungkapan “dipan-dipan yang tersusun rapi itu,” wallāhu a‘lam biṣ-ṣawāb. Hanya Allah swt yang paling mengetahui hakikatnya.

Penelusuran

  • Pos
  • Akun
  • Baru
  • Film
  • Musik
  • Berita
  • KBBI
  • Kripto