فَمَنْ يَّعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ خَيْرًا يَّرَهٗۚ
Famay ya‘mal miṡqāla żarratin khairay yarah(ū).
Siapa yang mengerjakan kebaikan seberat zarah, dia akan melihat (balasan)-nya.
Pada saat itu setiap manusia akan mengetahui nasib dirinya. Maka barang siapa mengerjakan kebaikan seberat zarrah, niscaya dia akan melihatnya dalam buku catatan amalnya lalu dia akan menerima pahala atasnya. Dia merasa senang dan bahagia karena perbuatannya tidak sia-sia.
Dalam ayat-ayat ini, Allah merincikan balasan amal masing-masing. Barang siapa beramal baik, walaupun hanya seberat atom niscaya akan diterima balasannya, dan begitu pula yang beramal jahat walaupun hanya seberat atom akan merasakan balasannya. Amal kebajikan orang-orang kafir tidak dapat menolong dan melepaskannya dari siksa karena kekafirannya. Mereka akan tetap sengsara selama-lamanya di dalam neraka.
Zilzālahā زِلْزَالَهَا (az-Zalzalah/99: 1)
Kata zilzālahā terdiri dari kata: zilzāl dan hā yang digandengkan dengannya, maknanya adalah guncangannya, yang terambil dari kata zalzala-yuzalzilu-zalzalatan wa zilzālan, yang berarti mengguncangkan. Maksud zilzālahā dalam Surah az-Zalzalah ayat 1 tersebut adalah bahwa pada awal terjadinya hari Kiamat, bumi diguncangkan dengan guncangan yang dahsyat.
Kata zilzāl dan yang serumpun dengannya disebutkan 6 kali dalam Al-Qur’an, antara lain dua kali disebutkan dalam Surah az-Zalzalah ayat 1 dan semuanya berarti guncangan.

