يَوْمَىِٕذٍ يَّصْدُرُ النَّاسُ اَشْتَاتًا ەۙ لِّيُرَوْا اَعْمَالَهُمْۗ
Yauma'iżiy yaṣdurun-nāsu asytātā(n), liyurau a‘mālahum.
Pada hari itu manusia keluar (dari kuburnya) dalam keadaan terpencar untuk diperlihatkan kepada mereka (balasan) semua perbuatan mereka.
Pada hari itu manusia keluar dari kuburnya untuk menuju tempat hisab, atau beranjak dari tempat hisab itu, dalam keadaan berkelompok-kelompok. Kondisi mereka beragam; sebagian merasa tenang dan sebagian yang lain begitu gundah dan ketakutan. Mereka digiring dengan gegas ke surga atau neraka untuk diperlihatkan kepada mereka balasan semua perbuatannya yang telah Allah janjikan.
Dalam ayat ini, Allah menerangkan bahwa pada hari terjadinya kerusakan dan kehancuran bagi bumi serta terjadinya alam baru dan hidup baru, muncullah manusia dalam keadaan yang berbeda-beda dan berkelompok. Orang-orang yang beramal baik tidak sama dengan orang-orang jahat. Orang-orang yang taat tidak sama dengan orang yang berbuat maksiat. Mereka muncul untuk diperlihatkan Allah kepada mereka apa yang telah mereka lakukan dan untuk memetik hasil usaha mereka selama hidup di dunia.
Zilzālahā زِلْزَالَهَا (az-Zalzalah/99: 1)
Kata zilzālahā terdiri dari kata: zilzāl dan hā yang digandengkan dengannya, maknanya adalah guncangannya, yang terambil dari kata zalzala-yuzalzilu-zalzalatan wa zilzālan, yang berarti mengguncangkan. Maksud zilzālahā dalam Surah az-Zalzalah ayat 1 tersebut adalah bahwa pada awal terjadinya hari Kiamat, bumi diguncangkan dengan guncangan yang dahsyat.
Kata zilzāl dan yang serumpun dengannya disebutkan 6 kali dalam Al-Qur’an, antara lain dua kali disebutkan dalam Surah az-Zalzalah ayat 1 dan semuanya berarti guncangan.

