اِذَا زُلْزِلَتِ الْاَرْضُ زِلْزَالَهَاۙ
Iżā zulzilatil-arḍu zilzālahā.
Apabila bumi diguncangkan dengan guncangan yang dahsyat,
Banyak kejadian dahsyat yang terjadi di bumi ketika kiamat tiba. Apabila bumi diguncangkan oleh malaikat atas perintah Allah dengan guncangan yang dahsyat setelah Israfil meniupkan sangkakala pertama,
Dalam ayat ini, Allah mengungkapkan bahwa bumi bergeletar dan berguncang sedahsyat-dahsyatnya, sebagaimana diterangkan firman Allah dalam ayat lain:
يٰٓاَيُّهَ النَّاسُ اتَّقُوْا رَبَّكُمْۚ اِنَّ زَلْزَلَةَ السَّاعَةِ شَيْءٌ عَظِيْمٌ
Wahai manusia! Bertakwalah kepada Tuhanmu; sungguh, guncangan (hari) Kiamat itu adalah suatu (kejadian) yang sangat besar. (al-Ḥajj/22: 1)
اِذَا رُجَّتِ الْاَرْضُ رَجًّاۙ
Apabila bumi diguncangkan sedahsyat-dahsyatnya. (al-Wāqi‘ah/56: 4).
Keterangan ini menunjukkan tentang dahsyatnya keadaan ketika itu. Hal itu dimaksudkan untuk menarik perhatian orang-orang kafir agar memikirkan dan merenungkannya. Seakan-akan dikatakan kepada mereka bahwa apabila bumi sebagai benda padat bisa bergeletar dengan dahsyat pada hari itu, maka mengapa mereka sendiri tidak mau sadar dari kelalaian dengan meninggalkan kekafirannya.
Zilzālahā زِلْزَالَهَا (az-Zalzalah/99: 1)
Kata zilzālahā terdiri dari kata: zilzāl dan hā yang digandengkan dengannya, maknanya adalah guncangannya, yang terambil dari kata zalzala-yuzalzilu-zalzalatan wa zilzālan, yang berarti mengguncangkan. Maksud zilzālahā dalam Surah az-Zalzalah ayat 1 tersebut adalah bahwa pada awal terjadinya hari Kiamat, bumi diguncangkan dengan guncangan yang dahsyat.
Kata zilzāl dan yang serumpun dengannya disebutkan 6 kali dalam Al-Qur’an, antara lain dua kali disebutkan dalam Surah az-Zalzalah ayat 1 dan semuanya berarti guncangan.

