Geligi Animasi
Geligi Semua Satu Platform
Ayat 34 - Surat Aż-Żāriyāt (Yang Menerbangkan)
الذّٰريٰت
Ayat 34 / 60 •  Surat 51 / 114 •  Halaman 522 •  Quarter Hizb 53 •  Juz 27 •  Manzil 7 • Makkiyah

مُّسَوَّمَةً عِنْدَ رَبِّكَ لِلْمُسْرِفِيْنَ

Musawwamatan ‘inda rabbika lil-musrifīn(a).

yang ditandai oleh Tuhanmu untuk (membinasakan) orang-orang yang melampaui batas.”

Makna Surat Az-Zariyat Ayat 34
Isi Kandungan oleh Tafsir Wajiz

yang sudah ditandai dari Tuhanmu yang dipersiapkan untuk membinasakan orang-orang yang melampaui batas ajaran-ajaran Allah.

Isi Kandungan oleh Tafsir Tahlili

Para malaikat menjawab, bahwa mereka sesungguhnya diutus kepa­da kaum Luṭ dengan membawa azab yang sangat pedih disebabkan dosa me­re­ka yang sangat keji yaitu melakukan homoseksual. Para malaikat itu akan melempari kaum Luṭ dengan batu-batu berasal dari tanah yang sangat keras yang telah dibakar, dan telah diberi tanda-tanda dari sisi Allah dengan nama-nama orang yang akan dibinasakan yaitu orang-orang yang melampaui batas dalam kedurhakaan.

Isi Kandungan Kosakata

1. Khaṭbukum خَطْبُكُمْ (aż-Żāriyāt/51: 31)

Kata khaṭbukum terdiri dari dua kata yaitu khaṭb dengan kum sebagai ḍamīr muttasil dari ḍamīr antum, kata ganti yang digunakan untuk menunjukkan antum (ḍamīr mukhāṭab plural). Kata khaṭb adalah bentuk maṣdar dari kata khaṭaba-yakhṭubu yang berarti urusan atau persoalan yang penting. Dalam khaṭb ini ada makna mengajak berbicara. Khaṭaba artinya mengajak seseorang yang dihadapan kita untuk saling berbicara. Khuṭbah diartikan dengan pembicaraan yang di dalamnya berisi nasihat atau petuah-petuah penting. Khiṭbah adalah istilah dalam fiqh yang berarti proses seorang laki-laki meminang atau meminta seorang perempuan untuk dijadikan sebagai calon istrinya. Pada lafal khiṭbah ini ada sesuatu urusan yang dianggap sangat penting. Kalimat “mā khaṭbukum/ka?” adalah kalimat istifhām untuk menanyakan masalah atau urusan yang menjadikannya datang kepadanya.

Dalam ayat ini, kalimat “mā khaṭbukum” digunakan oleh Nabi Ibrahim ketika beliau didatangi tamu-tamu terhormat yaitu para utusan malaikat atas perintah Allah. Ibrahim bertanya,“Apakah urusan yang ditugaskan Allah kepadamu dengan kehadiran kamu kemari wahai para utusan Allah?” Para Malaikat menjawab, “Sesungguhnya kami diutus kepada kaum yang sebagian anggota masyarakatnya melakukan kekejian yang melampaui batas dan menjadi tradisi yaitu perilaku homoseksual yang dilakukan kaum Nabi Luṭ. Kami diutus agar segera menimpakan azab kepada mereka berupa ba-tu-batu dari tanah yang ditandai di sisi Tuhan dan dipersiapkan secara khusus untuk membinasakan para pendurhaka.”

2. Musawwamah مُسَوَّمَةْ (aż-Żāriyāt/51: 34)

Kalimat musawwamah adalah isim maf‘ūl dari kata sāma-yasūmu-saum yang arti asalnya adalah pergi untuk mencari sesuatu. Sāmatul-ibil berarti unta itu pergi mencari makanan. Kata samā juga diartikan dengan menandai atau memberikan sesuatu tanda agar lebih mudah diketahui.

Dalam konteks ayat ini artinya Allah menurunkan azab bagi kaum pendurhaka kaum Nabi Luṭ melalui para malaikat dengan menimpakan batu-batu dari tanah. Batu-batu ini ditandai (musawwamah) oleh Allah swt. dan dipersiapkan secara khusus bagi mereka. Dalam ayat lain disebutkan (Hūd/11: 83) batu-batu tersebut berasal dari Sijjīl (batu dari tanah liat yang dibakar. Sayyid Qutub memahaminya bahwa azab tersebut bisa berupa gempa bumi atau letusan gunung berapi yang mengeluarkan batu-batu. Yang pasti bahwa ini adalah pengaturan khusus dari Allah dalam rangka membinasakan kaum Nabi Luṭ yang telah durhaka.

Penelusuran

  • Pos
  • Akun
  • Baru
  • Film
  • Musik
  • Berita
  • KBBI
  • Kripto